Breaking News:

Berita Manado

Tradisi Adra Sudah Dilakukan Warga Maasing Sejak Tahun 70-an

Ada sebuah tradisi yang hingga kini masih berlangsung dan sering dipraktikan oleh warga di Kelurahan Maasing, Kota Manado, Sulawesi Utara

Tribun manado / Andreas Ruaw
Tradisi Adra 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Ada sebuah tradisi yang hingga kini masih berlangsung dan sering dipraktikan oleh warga di Kelurahan Maasing, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Tradisi tersebut bernama Adra yang kini masih dilakukan oleh para Jemaah Masjid Al-Hidayah Lingkungan IV, Keluarahan Maasing Kecamatan Tuminting.

Sampil Dano (50) salah satu praktisi mengugkapkan bahwa tujuan pawai Adra ini yaitu untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.

"Selain itu, pawai Adra juga bertujuan untuk mencari dana sumbangan sebagai bantuan pembangunan Masjid jika suatu waktu diperlukan," ucapnya.

Baca juga: Sempat Buron, Terduga Pelaku Rudapaksa Nenek 71 Tahun Asal Bolmut Dibekuk Polisi

Kebudayaan Kelurahan Maasing yang sudah bertahan sejak tahun 70-an ini mengandung unsur religius, dimana para pemain rebana melakukan arak-arakan di sepanjang kampung.

"Kami arak-arakan di sepanjang kampung sambil memainkan rebana dengan jumlah praktisi yang berjumlah sekitar enam orang atau lebih," ucapnya.

Praktik tradisional ini bahkan lebih sering ditampilkan di saat hari-hari keagamaan seperti Hari Raya Kurban, Ramadan dan Idul Fitri.

Warga pun menyambut baik arak-arakan ini, dimana jika saat melintas, warga sering memberikan uang dalam kotak sumbangan yang sedang dibawa kelompok Adra.

Tradisi Adra
Tradisi Adra (Tribun manado / Andreas Ruaw)

Tentang Manado

Kota Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi

Halaman
12
Penulis: Andreas Ruauw
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved