Breaking News:

RHK Rabu 9 Juni 2021

RENUNGAN HARIAN KRISTEN - Makna Kepulangan Tuan

Hari Tuhan dan Waktu Tuhan, bisa dibedakan secara konotatif. Hari Tuhan, adalah hari terakhir atau hari ketika Tuhan mengambil

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi renungan 

Matius 25:19

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari Tuhan dan Waktu Tuhan, bisa dibedakan secara konotatif. Hari Tuhan, adalah hari terakhir atau hari ketika Tuhan mengambil hidup kita dari dunia. Sedangkan Waktu Tuhan adalah kesempatan yang terindah yang Tuhan karuniakan bagi kita untuk menikmati berkat-Nya, mengelola talenta dan merasakan penyertaan-Nya yang sempurna dalam hidup kita.

Dalam kaitan dengan perumpamaan Tuhan Yesus tentang talenta, waktu Tuhan adalah kesempatan yang Tuhan karuniakan bagi kita mengelola talenta yakni "selama tuan belum pulang dari luar negeri." Sedangkan hari Tuhan adalah saat di mana "tuan itu pulang dan melakukan perhitungan."

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

Di hari Tuhan itulah, waktu Tuhan sudah selesai atau habis. Artinya, tidak ada lagi kesempatan yang diberikan Tuhan bagi kita untuk berbuat sesuatu apapun, kecuali mempertanggungjawabkan segala yang kita lakukan dan kerjakan selama masa waktu Tuhan.

Di Hari Tuhan itu, Tuhan akan melakukan perhitungan sekaligus memintai pertanggungjawaban atas talenta dan karunia yang Dia anugerahkan bagi kita.

Ketika tuan sudah pulang, itulah "Hari Tuhan" itu dalam perumpamaan Yesus. Kepulangan tuan berarti waktu bekerja dan mengelolah talenta sudah selesai.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka."  (ay 19)_
Kepulangan tuan adalah akhir dari semuanya itu. Seiring dengan habisnya waktu, maka evaluasi dan pertanggungjawaban akan ditagih oleh tuan dari hamba-hambanya.

Tuhan telah memberi waktu kepada kita selama ada di dunia, lengkap dengan talenta bagi kita. Waktu Tuhan itu adalah waktu yang terbaik dan terindah. Bahkan selalu baru di setiap pagi. Waktu Tuhan itu adalah kesempatan yang panjang bagi kita untuk bekerja, dan mengelolah talenta, anugerah-Nya bagi kita.

Kerjakanlah selagi masih ada waktu. Kelolalah dengan baik, benar dan bertanggungjawab selagi ada kesempatan. Jangan sia-siakan waktu Tuhan. Jangan simpan apalagi buang, talenta yang dipercayakan kepada kita.

Ketika kita hidup di zaman now, masih bernafas di hari ini, sadarlah bahwa ini adalah waktu Tuhan bagi kita untuk mengelola talentanya, agar berguna bagi diri kita, jemaat, masyarakat dan menjadi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved