Breaking News:

Kasus Penganiayaan

Dugaan Kasus Penganiayaan di Ratatotok, Vebry Haryadi Minta Semua Pihak Kedepankan Keadilan 

Sejumlah fakta itu dibeber Vebry Haryadi, Penasehat Hukum (PH) terdakwa JHW alias Jods

Lefrando Gosal
Vebry Haryadi, Penasehat Hukum (PH) terdakwa JHW alias Jods 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus dugaan penganiayaan di tambang Ratatotok, Minahasa Tenggara menguak berbagai fakta menarik. Hal itu mencuat dalam keterangan terdakwa pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tondano, Minahasa, Senin (7/6/2021)

Sejumlah fakta itu dibeber Vebry Haryadi, Penasehat Hukum (PH) terdakwa JHW alias Jods.

Ia berharap semua pihak menjunjung tinggi keadilan dalam penanganan kasus ini.

"Dalam persidangan, terdakwa mengaku kalau selama pemeriksaan di Polres Mitra, terdakwa sering mendapat perlakuan yang tidak wajar," ungkapnya.

Baca juga: Wabup Sangihe Meninggal, Beredar Surat Keterangan Dokter, Sebelum Meninggal Sempat Muntah Darah

Tak hanya itu, terdakwa dalam kesaksiannya juga membeberkan jika dirinya sering mendapat tekanan. 

"Saat pemeriksaan terdakwa sering ditekan dan diarahkan. Parahnya, saat terdakwa mengeluh sakit, karena terkena luka tembak, pihak penyidik tidak menggubris," jelasnya.

Ditambahkan Haryadi, keganjalan lainnya saat terdakwa sudah dalam kondisi membaik, pihak penyidik justru mendesak terdakwa untuk melakukan operasi.

"Karena sudah membaik, terdakwa menolak untuk dilakukan operasi. Tapi, pihak penyidik justru mengancam terdakwa, tidak akan melanjutkan kasus serupa yang dilapor terdakwa. Tentu ini sangat tidak adil," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan laporan yang dilayangkan pihaknya yang sampai hari ini terkesan mandek.

"Padahal kasus yang kami laporkan itu serupa dan bersamaan. Tapi, kenapa kasus kami terkesan diam. Ini patut dipertanyakan. Kami menduga ada yang merancang skenario di balik kasus ini," katanya.

"Jangan ada intervensi. Klien kami sudah kooperatif. Kalau memang terbukti bersalah, silahkan diproses. Tapi, jangan terkesan menghalangi proses hukum kasus lain," pungkasnya.

Baca juga: Penerimaan CPNS Dan PPPK Dibuka Tahun Ini, Pemkab Talaud Sediakan Ratusan Kuota

Diketahui, kasus dugaan penganiayaan ini terjadi di lokasi perkebunan Alason Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), medio 07 Februari 2021 lalu.

Aksi saling lapor pun dilakukan baik pihak JHW alias Jods maupun BB alias Bery.

Namun, hingga saat ini, baru laporan Bery yang yang diproses sampai ke meja hijau.

 YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Lefrando Andre Gosal
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved