Breaking News:

Terkini Nasional

Penyidik Kejagung Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas PT. Bank Syariah Mandiri

Pemeriksaan para Tersangka didampingi oleh Penasihat Hukum masing-masing dan setelah selesai dilakukan pemeriksaan

Editor: Rhendi Umar
istimewa
Tersangka Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas PT. Bank Syariah Mandiri Ditahan Kejagung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap 2 (dua) orang Tersangka dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait Pemberian Fasilitas Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo kepada Debitur PT. HASTA MULYA PUTRA.

Tersangka yang diperiksa antara lain FAR selaku Karyawan Swasta PT. Mega Hidro Energi Surabaya dan Pelaksana Marketing Support/Sales Assistant PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo Tahun 2010 s/d 2014.

Saksi diperiksa terkait pendalaman peran Tersangka dalam perkara dimaksud; PZR selaku Manager Operasional PT. Mega Hidro Energi Surabaya dan Kepala Cabang PT. Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo Tahun 2007 s/d 2013. Saksi diperiksa terkait pendalaman peran Tersangka dalam perkara dimaksud.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezen Simanjuntak menjelaskna pemeriksaan para Tersangka didampingi oleh Penasihat Hukum masing-masing dan setelah selesai dilakukan pemeriksaan,

"Kedua Tersangka dilakukan penahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) untuk waktu selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak 07 Juni 2021 s/d 26 Juni 2021 dan ditempatkan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung, dan sebelum dilakukan penahanan, para Tersangka telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen serta dinyatakan sehat," jelasnya

Diketahui sebelumnya, Pada tahun 2013 PT. Hasta Mulya Putra melalui Direkturnya yang bernama Tersangka ERO mendapatkan fasilitas pembiayaan dari PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo sebesar Rp. 14.250.000.000 untuk membiayai usaha modal kerja pengerjaan proyek pembangunan Ruko dan perumahan di Kota Madya Madiun.

Fasilitas pembiayaan tersebut dicairkan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu : tahap 1  tanggal 23 Agustus 2013 sebesar Rp.7.500.000.000, tahap 2 tanggal 3 September 2013 sebesar Rp. 2.000.000.000, dan tahap 3 tanggal 3 Oktober 2013 sebesar Rp.4.750.000.000,00 (empat milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Pemberian fasilitas pembiayaan tersebut dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menggunakan 9 (sembilan) bilyet deposito senilai Rp.15.000.000.000,00 milik Lim Chin Hon (warga negara Malaysia) sebagai jaminan/agunannya.

Penggunaan deposito sebagai jaminan dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan Lim Chin Hon selaku pemiliknya.

Hal tersebut dapat terjadi karena adanya peran dari James Kwek (warga negara Singapura) yang menjadi perantara antara Tersangka ERO dengan PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo dalam hal ini Tersangka PZR (Kepala Cabang) dan Tersangka FAR (Sales Assistant) yang menjanjikan akan memberikan bunga (nisbah/bagi hasil) yang besar kepada Lim Chin Hon. Atas permintaan James Kwek deposito tidak diikat gadai oleh PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved