Breaking News:

DLH Talaud Ingatkan Nelayan Tak Tangkap Ikan Gunakan Bom

Bom ikan juga sanga, terutama masyarakat pesisir yang menggantungkan pendapatan sehari hari dari sektor kelautan.

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Charles Komaling
ist
Bom ikan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Talaud akan melakukan pengawasan ekstra terhadap nelayan yang melakukan aktivitas pengeboman ikan di laut.

Kepala DLH Kabupaten Kepulauan Talaud Niyer Parapaga SH saat di temui Tribun Manado Selasa (8/6) mengatakan, penggunaan bom ikan dilarang di manapun karena dapat merusak ekosistem terumbu karang yang merupakan tempat ikan untuk hidup.

Selain itu, bom ikan juga sangat merugikan masyarakat, terutama masyarakat pesisir yang menggantungkan pendapatan sehari hari dari sektor kelautan.

Dengan demikian, perlu adanya pengawasan khusus di seluruh wilayah kepulauan talaud untuk memutus aktivitas jalan pintas penangkapan ikan melalui pengeboman di laut.

"Aktivitas pengeboman ikan tersebut dapat menghancurkan terumbu karang yang halus dan indah. Hal itu tidak diperbolehkan di manapun di dunia. Sehingga perlu adanya pengawasan secara menyeluruh di laut wilayah kepulauan Talaud," jelas Parapaga.

Menurut Parapaga, pengawasan termasuk tindakan efek jerah dipandang perlu sebab nelayan yang tidak peduli akan berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Padahal dengan cara pengeboman di laut akan menimbulkan kemiskinan. Karena tindakan pengeboman ikan akan merusak tempat ikan berkembang dan perlu waktu puluhan tahun untuk proses perbaikan alami terumbu karang.

"Nelayan tidak berpikir jika cara pengeboman di laut dapat menimbulkan kerusakan fatal terumbu, dan membutuhkan waktu bertahun tahun untuk perbaikan alami terumbu karang," tutup Parapaga. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved