Breaking News:

Cerita Alkitab

KISAH Elia Menjadi Takut dan Ingin Mati Usai Menolong Bangsa Israel: Saya Tidak Tahan Lagi

Nabi Elia menjadi takut, lalu melarikan diri supaya tidak dibunuh. Ia berjalan kaki selama satu hari dan berhenti di bawah sebuah pohon.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Kolase Tribun Manado/Istimewa
KISAH Elia Menjadi Takut dan Ingin Mati Usai Menolong Bangsa Israel: Saya Tidak Tahan Lagi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Elia berjuang agar bangsa Israel dan raja Ahab tidak kepada menyembah kepada dewa Baal.

Pertama, Elia menubuatkan bahwa tidak ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau dikatakannya.

Setelah 3,5 tahun kekeringan dan kelaparan, Elia muncul dan meminta Ahab untuk mengumpulkan semua nabi Baal, 450 orang semuanya, untuk membuktikan siapa yang hidup, TUHAN atau Baal.

Nabi-nabi Baal dan Elia masing-masing membuat mezbah dengan seekor lembu di atasnya, kemudian masing-masing harus meminta allahnya untuk mendatangkan api dari langit supaya membakar korban di mezbah.

Nabi-nabi Baal tidak berhasil, sedangkan doa Elia didengar TUHAN, yang mengirim api dari langit untuk membakar habis korban di mezbah.

Setelah rakyat melihat itu, mereka mengaku TUHAN adalah Allah, lalu menangkapi semua nabi-nabi Baal dan Elia membunuh mereka semua di sungai Kison.

Selanjutnya Elia berdoa dan turunlah hujan ke wilayah Israel.

Ratu Izebel mendengar bahwa nabi-nabi Baal sudah dibunuh oleh Nabi Elia ia marah sekali karena ia menyembah Baal.

Maka Izebel mengirim berita ini kepada Nabi Elia, “Nabi-nabi saya kaubunuh; saya bersumpah bahwa sebelum besok malam saya akan membunuh kamu.”

Nabi Elia menjadi takut, lalu melarikan diri supaya tidak dibunuh. Ia berjalan kaki selama satu hari dan berhenti di bawah sebuah pohon.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved