Breaking News:

Bulan Bung Karno

6 Juni 1901 Soekarno Lahir, Sejak Belasan Tahun Sudah Rajin Nulis di Surat Kabar, Nama Penanya Bima

Sejak umur belasan tahun Soekarno sudah aktif di organisasi pergerakan yang memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Editor: Rizali Posumah
(Arsip KOMPAS)
Presiden Soekarno menyampaikan pidato kenegaraan pada peringatan 5 tahun kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka pada 17 Agustus 1950. 

Soekarno wafat di RSPAD tanggal 21 Juni 1970 karena sakit yang terus memburuk. Beliau dimakamkan di Blitar, dekat dengan makam sang ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai. 

Nama Pena Soekarno

Soekarno pada saat membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.
Soekarno pada saat membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. (IST)

Pada usia 15 tahun, Soekarno sudah aktif dalam organisasi kepemudaan, seperti Tri Koro Darmo. Tri Koro Darmo artinya Tiga Tujuan Mulia, yaitu Sakti, Budi, dan Bakti.

Kelak, organisasi ini berkembang menjadi Jong Java, dan tidak lama kemudian ia menjadi ketuanya.

Dari sini bisa dipahami bahwa di suai yang masih terbilang belia, Soekarno sudah peduli dengan nasib bangsanya yang terjajah.

Beliau rajin membaca buku ilmu pengetahuan dan tokoh-tokoh dunia.

Bahkan, Soekarno berani mengungkapkan ide-idenya tentang bangsa yang merdeka dalam bentuk tulisan.

Soekarno sering menulis artikel yang berisi ide-idenya di surat kabar.

Salah satunya surat kabar Oetoesan Hindia. Umumnya, tulisan Soekarno berisi kritik atas penjajahan.

Saat itu, Pemerintah Hindia Belanda akan menghukum siapa pun yang mengkritik atau menentang pemerintah.

Jika ketahuan, pemerintah akan memberikan sanksi hukuman fisik dan melarangnya sekolah.

Karena itulah, Soekarno harus cerdik agar artikel atau tulisannya tidak ketahuan oleh Pemerintah Belanda.

Cara yang dilakukan Soekarno adalah dengan menggunakan nama pena atau nama samaran. Soekarno menggunakan nama pena Bima.

Mengapa Soekarno Memilih Bima Sebagai Nama Pena?

Bung Karno dan Bung Hatta membacakan teks proklamasi.
Bung Karno dan Bung Hatta membacakan teks proklamasi. ((intisari))

Soekarno menggunakan nama pena Bima karena terinspirasi dari tokoh wayang dalam kisah Mahabharata.

Bima adalah seorang kesatria pemberani, gagah, dan salah satu pahlawan.

Soekarno menulis 500 artikel dengan menggunakan nama pena Bima di surat kabar Oetoesan Hindia.

Artikel-artikel karya Bima itu menjadi buah bibir di mana-mana. Artikel yang ditulis Bima itu membuat jengkel Pemerintah Belanda.

Artikel Bima sangat terkenal di masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Timur.

Itu karena isi artikelnya menceritakan kehidupan masyarakat yang terjajah dan mengkritik Pemerintah Belanda.

Ayah dan ibu Soekarno pun turut membahas artikel-artikel Bima.

Mereka sama sekali tidak mengira bahwa Bima adalah putra kesayangan mereka.

Itulah salah satu perjuangan Soekarno. Sejak remaja, beliau telah mampu merangkai kata dan kalimat untuk membela nasib bangsanya.

JIKA Anda Sering Sakit Kepala, Kemungkinan ini 4 Hal yang Menyebabkannya, Jangan Sepelekan

Kecelakaan Tadi Malam Pukul 20.30 WIB, Mobil Elf Hantam Tembok Villa, Rem Blong Saat Lewati Turunan

Sumber: https://bobo.grid.id/read/082180877/ini-dia-nama-pena-bung-karno-saat-remaja-simak-penjelasannya?page=all 
dan https://lifestyle.kontan.co.id/news/biografi-singkat-bapak-proklamator-indonesia-ir-soekarno-1?page=all

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved