Sosok Artis
Sosok Cinta Laura, Artis Berdarah Jerman yang Punya Karir Cemerlang hingga Internasional
Cinta Laura mendapat kritikan dari dokter sekaligus influencer Falla Adinda soal pernyataan tentang tas brandednya.
Penulis: Shity Nurjanah | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID - Cinta Laura Kiehl atau lebih dikenal sebagai Cinta Laura belakangan ini menjadi perbincangan publik.
Setelah Cinta Laura mendapat kritikan dari dokter sekaligus influencer Falla Adinda soal pernyataan tentang tas brandednya.
Sebelumnya Cinta Laura menyebutkan dirinya lebih memilih mendirikan sekolah ketimbang haru membeli tas bermerek dengan harga puluhan juta rupiah.
Dalam twitter-nya Cinta Laura menegaskan bahwa tas branded miliknya paling besar merupakan pemberian atau barang endorsment.
Cinta juga turut menyoroti keputusan dan polemik sinetron Suara Hati Istri - Zahra yang kini tengah menjadi perbincangan publik karena pemeran Zahra masih di bawah umur yang harus memerankan pernikahan di bawah usia.
Diketahui, Cinta Laura merupakan aktris dan penyanyi muda berbakat Indonesia yang saat ini mulai berkarier di dunia Internasional.
(FOTO: Cinta Laura Kiehl (Instagram@claurakiehl)
Cinta Laura lahir di Jerman, 17 Agustus 1993, Cinta mulai dikenal publik saat membintangi sinetron Cinderella.
Cinta mewarisi darah Jerman dari ayahnya bernama Michael Kiehl yang merupakan warga Jerman, sedangkan Ia juga mewarisi darah Indonesia dari ibunya Herdiana.
Namun, sejak kecil hingga remaja pelantun 'Oh Baby' sudah tinggal di luar negeri.
Karena hal itu dirinya memiliki keunikan lain dibandingkan dnegan artis Indonesia pada umumnya, yaitu logat dan aksen bicaranya.
Nah ciri khas tersebutlah yang membuat dirinya mudah dikenal di kalangan masyarakat Indonesia.
Seperti artis Indonesia pada umumnya, Cinta Laura mengawali karirnya dari model.
Ia menjadi salah satu finalis Top Model 2006 saat masih berumur 13 tahun.
Ia pun mengawali debutnya di dunia peran saat Ia menerima tawaran untuk menjadi bintang utama dalam sinetron Cinderella produksi MD Entertainment.
Sinetron Cinderella yang mengantarkan dirinya meraih penghargaan di ajang SCTV Awards 2007 sebagai Aktris Ngetop.
Kala itu dirinya menyisihkan para artis terkenal lainnya yaitu, Marshanda, Shireen Sungkar dna juga Nia Ramadhani.
(FOTO: Cinta Laura Kiehl (Instagram@claurakiehl)
Sukses di dunia sinetron, Ia pun melebarkan sayapnya masuk dunia film layar lebar.
Film pertamanya berjudul Oh Baby pada tahun 2008.
Sukses di dunia akting, Cinta Laura pun menjajal suara emasnya.
Pad atahun 2007, Cinta memberikan sesuatu yang baru, yaitu ia merekam sebuah lagu berjudul "You Say Aku" yang menjadi soundtrack sinetron keduanya yaitu Upik Abu dan Laura.
Tak sedikit lagu yang ia nyanyikan selama dirinya berkarir di Indonesia.
Setelah itu, Ia mulai berkarir di dunia Internasional.
Dikutip dari wikipedia, untuk menyukseskan kariernya dalam bidang musik di Internasional, akhir Januari 2011, Cinta Laura berkolaborasi dengan Guy Sebastian, pemenang Australian Idol 2003 dalam lagu Who's That Girl, lagu ini menduduki chart 1 di beberapa tangga lagu Australia dan Selandia Baru.
Pada awal Januari 2012, Cinta Laura telah merekam dua lagu di Los Angeles untuk album keduanya yang dirilis pada Juli 2012.
Sukses dengan album pertamanya yang dirilis pada tahun 2010 lalu, akhirnya Cinta Laura kembali merilis album studio keduanya yang bertajuk “Hollywood Dreams” pada 16 Juli 2012.
Cinta Laura juga membangun sebuah bisnis fashion baru dengan brand yang diambil dari inisial namanya sendiri, CLK yang meliputi barang hand bag, tas dan aksesoris.
Bisnis fashion miliknya tak hanya di Indonesia melainkan mendapat hak copyright di lima negara, yakni Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam.
Tidak hanya menyukseskan dunia hiburan di Indonesia maupun internasional, serta bisnis fashion, Cinta juga tetap mengedepankan pendidikannya.
Terbukti setelah mendapatkan nilai sempurna untuk tugas kuliahnya, kali ini Cinta terdaftar menjadi asisten dosen untuk perkuliahan di Columbia University.
Pertengahan tahun 2014, Cinta lulus dari jurusan Psikologi dan Sastra Jerman dengan gelar kehormatan cum laude dari Universitas Columbia, New York.
(Tribun Manado/Siti Nurjanah)