Selasa, 19 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Flu Burung

Kenali Apa Itu Virus Flu Burung H10N3, Seorang Pria di China Dilaporkan Terinfeksi

Kenali apa itu virus flu burung H10N3. Bagaimana virus ini menyebar. Apakah bahaya bagi manusia? Berikut informasi mengenai virus flu burung H10N3. 

Tayang:
Mumbai Live
Ilustrasi Flu Burung. Kenali apa itu Virus H10N3. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut informasi mengenai virus flu burung H10N3

Kenali apa itu virus flu burung H10N3. Bagaimana virus ini menyebar. Apakah bahaya bagi manusia?

Dilaporkan di China ada warga yang terinfeksi virus flu burung H10N3.

Baca juga: 8 Gempa Bumi di Awal Bulan Juni 2021, Info BMKG Tanggal 1-4 Juni

Baca juga: HUJAN Sepanjang Hari di Daerah Ini, Info BMKG untuk 33 Kota di Indonesia, Sabtu 5 Juni 2021

Waspada Flu Burung Mematikan, Ini Cara Menghindarinya

Ilustrasi Flu Burung. Kenali apa itu virus flu burung H10N3 (istimewa)

Informasi tersebut disampaikan China pada awal bulan Juni 2021. 

China menginformasi adanya virus flu burung H10N3 telah menginfeksi seorang pria 41 tahun dari distrik Jiangsu.

Virus ini diduga menular dari unggas ke manusia dan tidak berpotensi menyebabkan pandemi seperti virus Corona.

H10N3 merupakan virus flu burung Tipe A yang menginfeksi saluran pernapasan dan pencernaan burung.

Virus ini diketahui telah menginfeksi 100 spesies burung liar di seluruh dunia.

Seperti apa penyebaran virus ini?

Ilustrasi virus corona (Covid-19) global

Ilustrasi virus corona (Covid-19) global(Shutterstock)

Menurut data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakti AS (CDC) virus ini biasanya tidak menginfeksi manusia.

Namun, manusia yang terpapar liur, lendir, dan kotoran burung yang terinfeksi bisa terpapar virus ini.

Gejala infeksi virus avian influenza A bisa menyerupai influenza seperti demam, batuk, sakit tenggorokan dan nyeri otot.

Gejala juga bisa disertai mual, sakit perut, diare, muntah dan penyakit pernapasan parah.

Menurut ahli kesehatan dari Kansas State University, virus ini tidak bisa menular antar manusia.

"Virus flu burung menyebar di antara spesies unggas dengan reseptor yang berbeda dari virus influenza mamalia,” katanya.

Untuk menular antar manusia, virus perlu beradaptasi. Ada beberapa langkah adaptasi dan sejauh ini belum terjadi pada virus flu burung.

Berdasarkan laporan Reuters, memang ada a berbagai jenis virus flu burung yang hadir di China dan beberapa di antaranya menginfeksi manusia secara sporadis.

Biasanya, virut tersebut menginfeksi manusia yang sering berinteraksi dengan unggas, seperti petugas di peternakan dan sejenisnya. 

Tidak ada indikasi bahwa H10N3 dapat menyebar dengan mudah pada manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sumber paparan terhadap virus H10N3 yang saat ini terjadi belum.

Selain itu, tidak ada indikasi penularan dari manusia ke manusia. Namun, strain virus ini bukan virus yang sangat umum.

Karena itu, peneliti akan menganalisis data genetik virus untuk menentukan apakah itu menyerupai virus flu burung yang pernah ada atau variasi baru dari virus yang berbeda.  (*)

Kenali Gejala Flu Burung

Baru-baru ini, flu burung H10N3 banyak diperbincangkan setelah adanya temuan kasus di Provinsi Jiangsu, China timur.

Pengumuman adanya kasus flu burung H10N3 pada seorang pria berusia 41 tahun di kota Zhenjiang diumumkan hari Selasa (1/6/2021).

Pria tersebut menjadi pengidap pertama flu burung H10N3, sebagaimana Kontan.co.id.

Berdasarkan catatan Reuters, pria tersebut dirawat di rumah sakit pada 28 April dan didiagnosis dengan H10N3 pada 28 Mei.

Temuan infeksi flu burung H10N3 ini pun jelas menimbulkan kekhawatiran baru di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Namun, WHO meyakinkan bahwa risiko penularan flu burung baru ini ke manusia masih rendah.

WHO menjelaskan, untuk sementara sumber penyebaran pasien terhadap virus H10N3 tidak diketahui dan tidak ada kasus lain yang ditemukan di antara penduduk setempat.

Kemudian, belum ada indikasi penularan dari manusia ke manusia.

Secara umum risiko infeksi flu burung H10N3 saat ini diyakini sangat rendah.

Lantas, apa itu flu burung H10N3?

Tentang Flu Burung H10N3

Dikutip dari Health.com, H10N3 merupakan salah satu jenis flu burung, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Virus ini biasanya menginfeksi unggas domestik serta spesies burung dan hewan lainnya.

Menurut CDC, virus ini biasanya tidak menginfeksi manusia, meskipun kasus infeksi yang jarang ini telah dilaporkan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, air liur, lendir, atau kotoran dari burung yang terinfeksi dapat masuk ke mata, hidung, atau mulut seseorang.

Infeksi ini (sekali lagi, sangat jarang) biasanya terjadi setelah kontak tanpa pelindung dengan unggas, kata CDC.

Sejauh ini, strain H10N3 hanya dilaporkan terjadi pada satu orang.

"Kami hanya tahu sangat sedikit karena hanya ada satu kasus yang dilaporkan saat ini," kata Dr. Javaid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Mount Sinai Downtown di New York kepada Health.

Meski demikian, ia menambahkan strain tersebut tampaknya telah menyebar di antara unggas untuk sementara waktu.

Gejala Flu Burung

Secara umum, berdasarkan apa yang diketahui para ahli tentang flu burung secara keseluruhan, gejala flu burung sering terlihat seperti penyakit influenza yang khas mulai dari infeksi ringan hingga berat, menurut CDC.

Adapun gejala flu burung dapat meliputi:

- Konjungtivitis

- Penyakit seperti influenza (demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot)

- Mual

- Sakit perut

- Diare

- Muntah

- Penyakit pernapasan yang parah (sesak napas, kesulitan bernapas, pneumonia, gagal napas)

- Perubahan neurologis (perubahan status mental, kejang)

Namun, virus flu burung tidak dapat didiagnosis dengan tanda dan gejala saja.

CDC mengatakan pengujian laboratorium diperlukan, biasanya melalui swab yang dikumpulkan dari saluran pernapasan bagian atas orang yang terinfeksi.

Untuk pengobatan virus flu burung, CDC merekomendasikan penghambat neuraminidase, seperti oseltamivir, peramivir, dan zanamivir (sejenis obat antivirus yang dapat membekukan reproduksi virus).

Adapun, cara terbaik untuk mencegah virus flu burung adalah menghindari paparan seperti kontak langsung atau dekat dengan unggas yang terinfeksi.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS/Tiara Shelavie, Kontan.co.id/Prihastomo Wahyu Widodo)

Berita Lain Terkait Kesehatan

Berita Terkait Flu Burung

Artikel ini telah tayang di:

Kompas.com

https://health.kompas.com/read/2021/06/04/090900668/ditemukan-virus-h10n3-apakah-akan-memicu-pandemi-?page=all#page2

Tribunnews.com

https://www.tribunnews.com/nasional/2021/06/04/apa-itu-flu-burung-h10n3-berikut-pengertian-dan-gejala-umumnya?page=all

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved