Breaking News:

TRIBUN BAKU DAPA

Pdt Ruth dan Sofyan Desak Pengesahan RUU PKS, Ungkap Pengalaman Advokasi Korban Kekerasan Seksual

Perbincangan di Talk Show Tribun Baku Dapa edisi, Kamis, 3 Juni 2021 mengambil tema; ''Ancaman Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak

Penulis: Aswin_Lumintang
Editor: Aswin_Lumintang
tribun manado/ronald moha
TRIBUN BAKU DAPA - Bersama Pdt Ruth Ketsia Wangkai dan Sofyan Jimmy Yosadi SH, Wakil Sekjen PERADI 

MANADO, TRIBUN BAKUDAPA.CO.ID - Perbincangan di Talk Show Tribun Baku Dapa edisi, Kamis, 3 Juni 2021 mengambil tema; ''Ancaman Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak dengan nara sumber Pdt Ruth Ketsia Wangkai dari Koordinator Gerakan Perempuan Sulut (GPS) Lawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Sedangkan nara sumber lainnya, Sofyan Jimmy Yosadi SH, Wakil Sekjen DPP Peradi dengan pemandu acara Jurnalis Tribun Manado, Aswin Lumintang, Kamis (3/6/2021).

TRIBUN BAKU DAPA - Bersama Pdt Ruth Ketsia Wangkai dan Sofyan Jimmy Yosadi SH, Wakil Sekjen PERADI
TRIBUN BAKU DAPA - Bersama Pdt Ruth Ketsia Wangkai dan Sofyan Jimmy Yosadi SH, Wakil Sekjen PERADI (tribun manado/ronald moha)

Pada kesempatan itu Pdt Ruth Ketsia mengatakan, pihaknya mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) disahkan oleh DPR RI. '' Seharusnya wakil rakyat konsen dengan masalah-masalah begini. Saya kira masalah gender, kekerasan seksual, kekerasan terhadap perempuan dan anak mendesak dan tidak bisa ditunda-tunda, '' ujar Pdt Ruth.

Dia menjelaskan, saat ini di Sulut sedang resah dengan beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan. ''Ada kasus di Koha yang korbannya diperkosa dan dibunuh. Kemudian ada kasus rudapaksa terhadap lansia yang dalam keadaan sakit, '' ujarnya.

Pdt Ruth mengingatkan bahwa korban kekerasan akan mengalami trauma seumur hidup. ''Korban perkosaan akan sulit menghilangkan trauma yang dialaminya, itu yang semua harus tahu, '' ujarnya.

Dia juga menyentil kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oknum anggota DPRD Sulut terhadap istrinya. ''Itu terus kami perjuangkan supaya oknum itu tidak lagi menjadi wakil rakyat. Saya kira oknum itu tidak layak menjadi wakil rakyat dengan perlakuannya yang tidak bisa menjadi panutan dan merupakan pelecehan terhadap kaum perempuan, '' ujarnya.

Sementara itu, Sofyan Jimmy Yosadi mengatakan, dirinya berdiri bersama Gerakan Perempuan Sulut, melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. '' Saya dilahirkan dari seorang ibu, sehingga ikut prihatin dan membela hak-hak kaum perempuan, '' ujarnya.

Sofyan mengatakan, sebagai seorang pengacara dia lebih sering memilih membela korban. ''Selama menjadi advokat saya lebih sering membela perempuan yang menjadi korban, '' ujarnya.

Namun begitu dia memberikan pencerahan bahwa seorang pengacara secara profesional bisa berdiri dan membela pelaku. ''Yang kami bela bukan kejahatannya, melainkan hak-hak hukum yang pelaku dapatkan sebagai seorang manusia, yang harus juga mendapatkan haknya secara adil, '' ujar Sofyan.

Hanya Sofyan mengaku secara pribadi dia selalu memilih membela korban kekerasan. '' Saya ikut terlibat di kasus perkosaan di Koha yang korbannya dibunuh. Kemudian kasus di Tomohon, saya yang mengadvokasi korban, '' ujarnya.

Dia acara Tribun Baku Dapa yang live youtube Tribun Manado TV dan facebook Tribun Manado, Sofyan mengungkap beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diadvokasinya. ''Ada yang pelaku orang dekat korban sendiri, '' ujarnya.

Terakhir dia juga menyatakan sepakat anggota DPRD Sulut yang melakukan kekerasan terhadap istrinya harus dipecat sebagai seorang Wakil Rakyat Sulut.

Pdt Ruth dan Sofyan sepakat banyak pelaku kekerasan terhadap perempuan adalah orang dekat. ''Paman, ayah kandung, saudara dan keluarga dekat korban sering menjadi pelaku, '' ujar Ruth yang dibenarkan Sofyan.

Intinya saat ini merupakan darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak. ''Jadi RUU PKS harus secepatnya disahkan, '' ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved