Breaking News:

TNI

3 Juni 1947 Soekarno Menggabungkan Seluruh Milisi Pejuang Menjadi Tentara Nasional Indonesia

Anggota BKR berasal dari mantan anggota PETA, Heiho, dan KNIL (Koninklijke Nederlands (ch)-Indische Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda.

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
MERDEKA
Jenderal Soedirman dan sejumlah perwira militer Indonesia di masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoPada awal diproklamirkan, Republik Indonesia belum memiliki kesatuan tentara sebagaimana yang dimiliki sebuah negara. 

Kala itu, hanya ada Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk tanggal 22 Agustus 1945 dalam sidang PPKI

Anggota BKR berasal dari mantan anggota PETA, Heiho, dan KNIL (Koninklijke Nederlands (ch)-Indische Leger atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda.

Mereka bergabung ke BKR untuk memperdalam tugas dan fungsi menjadi organisasi ketentaraan.

BKR sendiri bukanlah satuan tentara dalam satu organisasi kemiliteran.

BKR juga tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang namun berada di bawah wewenang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan KNI Daerah BKR.

Tugas utama BKR sendiri hanya untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.

Namun melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dulunya adalah BKR (Badan Keamanan Rakyat)
Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dulunya adalah BKR (Badan Keamanan Rakyat) (Dok. Kompas)

Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat.

Kemudian pada 26 Januari 1946, diubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved