Breaking News:

Dua Mobil Bising Terjaring Razia di Amurang

Waktu mereka mau lewat, terdengar suara knalpot yang meraung-raung. Bayangkan, ada dua mobil dengan knalpot racing berbarengan

ist
Razia kendaraan di Amurang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  - Suara bising kesunyian pagi di Jalan Trans Sulawesi, depan Kantor Samsat Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

Dua kendaraan pick up asal Gorontalo, pengangkut ikan laut dari Bolaang Mongondow, penyebabnya. Ternyata, dua kendaraan itu baru saja terjaring operasi di kawasan tertib lalulintas di Kelurahan Pondang, Rabu (2/6/2021).

Menurut Bripka Billy Buyung, kendaraan itu dicegat saat melewati pos tertib berlalulintas. Itu dilakukan karena bunyi kendaraan yang meraung-raung saat melewati lokasi operasi.

"Waktu mereka mau lewat, terdengar suara knalpot yang meraung-raung. Bayangkan, ada dua mobil dengan knalpot racing berbarengan. Kami langsung mencegat mereka," aku Bripka Billy Buyung.

Setelah diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan, kedua pengendara pick up itupun langsung diberi surat tilang.

"Mereka langsung ditilang karena sudah sangat mengganggu warga," tegas Billy.

Dijelaskan anggota Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Minsel itu, keluhan warga soal banyaknya pengguna knalpot racing sudah sampai ke Kapolres Minsel, AKBP Norman Sitindaon.

"Pak Kapolres memberikan atensi terhadap keluhan para tokoh masyarakat dan tokoh agama itu. Oleh sebab itu, kami tegas menindak kendaraan roda dua maupun roda empat yang menggunakan knalpot racing," terang Billy.

Pada operasi itu, petugas Satlantas membagikan masker kepada penumpang dan pengendara yang tidak memakai masker.

Ada belasan pengguna jalan yang mendapatkan masker dari Satlantas Polres Minsel, karena tidak memiliki masker saat bepergian.

"Tidak hanya penindakan, namun pembinaan dan pendekatan humanis, menjadi bagian dari operasi tertib berlalulintas dan menjaga protokol kesehatan oleh Polres Minsel," imbuhnya.

Dari pantauan Tribun Manado, belasan remaja terjaring operasi. Sebagian besar dari remaja yang terjaring operasi disebabkan pelanggaran tidak memakai helm.

Tidak hanya itu, banyak juga di antara remaja yang kena tilang karena sepeda motor yang mereka kendarai tidak dilengkapi dokumen kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Ditemukan juga, sejumlah pengendara yang ditilang, selain tidak memiliki SIM, tidak memakai helm dan tidak memiliki surat kendaraan, usia mereka masih terlalu belia.

Ada pengendara yang masih berusia 14 tahun, dan yang paling banyak berusia 15-16 tahun. (*)

Penulis: Rul Mantik
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved