Breaking News:

Berita Kotamobagu

Angka Stunting di Kotamobagu Turun hingga 50 Persen 

Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus berupaya menekan kasus Stunting atau biasa disebut kondisi gagal pertumbuhan pada anak

Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado/Alpen Martinus
dr Tanty Korompot Juru Bicara Satgas Covid 19 Kotamobagu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus berupaya menekan kasus Stunting atau biasa disebut kondisi gagal pertumbuhan pada anak. 

Nyatanya, dari data yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, Stunting di Kotamobagu berada dibawah standar angka nasional, yakni 2,6 persen.

Menurut Kepala Dinkes Kotamobagu dr Tanty Korompot, penanganan yang dilakukan pihaknya adalah pemberian makanan tambahan (PMT) seperti biskuit dan susu untuk balita serta kepada ibu hamil.

“Jadi pemberian PMT ini pada 1000 hari pertama kehidupan atau HPK sejak janin hingga 2 tahun usia anak yang akan diberikan saat posyandu atau berkunjung ke rumah,” kata dia ketika ditemui Tribun Manado, Selasa (1/6/2021). 

Baca juga: PDIP Sulut 100 Persen Dukung Puan Maharani Capres 2024

Ia menyebutkan, bahwa sejak tahun 2020 ke 2021 penurunan Stunting di Kotamobagu hampir mencapai 50 persen.

Pada tahun 2020, angka Stunting berada di 4,9 persen. 

Dan hingga Juni 2021, angka Stunting turun hingga ke 2,6 persen.

“Sehingga dari data tersebut kita berada dibawah standar angka nasional,” tuturnya.

Kedepan, Dinkes Kotamabagu menargetkan untuk kasus Stunting akan diusahakan berada pada posisi 0 Persen. 

“Bila ada kasus maka akan langsung di intervensi,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved