Breaking News:

Tribun Bakudapa

Wawancara Eksklusif Memaknai Hari Lahir Pancasila Bersama Ir Stefanus BAN Liow MAP

Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, Selasa (1/6/2021) besok. Lalu bagaimana cara memaknai kelahiran Pancasila di era milenial ini?

Penulis: Isvara Savitri | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado
Wawancara ekslusif memaknai Hari Pancasila 

Stefa: Kita sudah sepakati bahwa ideologi lain termasuk khilafah jangan tunggu di negeri ini. Kita harus mengapresiasi pemerintah tindakan keras dengan melakukan pembubaran termasuk ormas-ormas yang bertentangan ini sekalipun menjadi tugas kita bersama tetap ada pribadi-pribadi di sekitar kita.

TM: Bagaimana masyarakat Sulawesi memaknai Hari Lahir Pancasila ini dalam segala bidang dan keberagaman di Sulawesi Utara

Stefa: Masyarakat Sulut mengenal semboyan "Torang Ciptaan Tuhan" dan "Torang Samua Basudara". Jadi kalau mau refleksikan nilai-nilai Pancasila sebenarnya tidak diragukan lagi tekad dan komitmen orang Sulut, contohnya rajin beribadah.

Sulut juga terkenal dengan kerukunan antar umat bergama, dibuktikan ketika Hari Raya Natal ada dukungan penjagaan bagi aparat dari Anshor dan sebaliknya. Dan tentunya kita harus membantu satu dengan yang lain. Implementasi sila ke-2 apalagi di tengah pandemi Covid-19, ada "Sitou Timou Tu Mou Tou".

Kalau dulu kita terkenal tidak suka membantu, kita harus ubah dengan saling mendukung karena itu juga merupakan pemaknaan dari implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sila ke-3 kita harus bersatu, berarti kita kuat.

Kalau kita sendiri, kita tersiksa, tidak ada kebebasan, dan seterusnya. Kemudian kita jangan memaksakan kehendak. Kemudian keadilan, adil tidak harus sama. Itu harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, masyarakat, dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

TM: Pesan-pesan kepada para Tribunners?

Stefa: Menjadi tugas saya dan seluruh komponen bangsa untuk menjunjung nilai luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita menghormati para pejuang yang telah berupaya sehingga berhasil merumuskan Pancasila sebagai ideologi negara dan telah menetapkan satu bentuk negara yang luar biasa mempersatukan segala perbedaan, saling menghormati, mencintai Tuhan dalam agama kita masing-masing, mencintai sesama kita.

Kemudian terus menghargai pendapat orang lain dan terus lah berlaku adil, mulai dari diri sendiri.(*)

Baca juga: 724 THL Pemkab Minahasa Selatan Mulai Kerja

Baca juga: Stefa BAN Liow Ungkap Jiwa Besar Tokoh NU dan Muhammadiyah saat Sepakati Piagam Jakarta

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved