Breaking News:

Penanganan Covid

Terkait Penurunan Kasus Covid-19, Pengamat Epidemiologi: Kebijakan Prokes Pemerintah Sudah Tepat 

Pengamat Epidemiologi Sulut Jonesius Manoppo mengatakan tren menurunnya kasus covid di Indonesia sebenarnya berlangsung lebih lambat

Penulis: Majer Lumantow
Editor: David_Kusuma
Istimewa
Jonesius Manoppo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pengamat Epidemiologi Sulut Jonesius Manoppo mengatakan tren menurunnya kasus covid di Indonesia pada umumnya dan Sulawesi Utara khususnya sebenarnya berlangsung lebih lambat daripada negara lain.

Hal ini erat kaitannya dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah yaitu aktivitas perekonomian berjalan bersamaan dengan upaya penanggulangan penularan covid-19

Menurutnya, beberapa negara tetangga seperti Australia, Vietnam bahkan sudah berhasil menekan angka penularan sampai nol sejak pertengahan 2020, waktu itu kita justru sedang terseok-seok dipuncak.

"Butuh waktu 15 bulan bagi kita untuk mencapai apa yang kita sebut dengan tren menurunnya kurva.

Padahal saat ini di negara lain sudah sementara menghadapi gelombang selanjutnya dari penularan covid-19," ujar Manoppo kepada Tribun Manado.

Baca juga: PDIP Gelar Rakercab Kabupaten Minut, Olly Dondokambey Beber Track Record Kemenangan PDIP

Kata dia, Penurunan kasus yang dilaporkan ini sendiri tentu dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan sebelumnya, termasuk perubahan-perubahan pedoman penanggulangan covid-19, pembatasan mobilisasi orang mulai dari PSBB, Pembatasan Mudik, Kewajiban Tes Perlintasa Menggunakan Pesawat, Sampai PPKM Mikro yang masih diberlakukan di beberapa daerah.

"Kebijakan penopang lain seperti WFH, KBM Daring sampai pertemuan Luring terbatas juga mempengaruhi penurunan ini walaupun pergerakannya agak lambat," katanya.

Juga Refocusing anggaran mulai dari pusat sampai ke desa untuk penanggulangan covid juga membantu menurunkan.

Di satu sisi, Manoppo menerabgkan, kegiatan vaksinasi dengan sistem pergelombang kelompok dengan risiko tinggi tertular dan menularkan telah menjadi faktor yang cukup penting dalam membentengi kelompok lain untuk terpapar

"Memang bisa dipahami apabila penurunan ini juga diakibatkan oleh Testing yang tidak semasif dan seaktif dulu, sistem surveilans yang cenderung pasif dengan tracing & tracking yang seadanya juga bisa berkontribusi secara negatif terhadap penurunan jumlah kasus yang dilaporkan," jelas Manoppo.

Kendati begitu, Pemerintah sudah bisa mengatasi hambatan yang ada, namun tantangan baru seperti lunturnya penerapan protokol kesehatan juga menjadi potensi ancaman penyebaran varian baru dan memantik kenaikan kurva.

"Kedepannya masih sangat dibutuhkan sosialisasi dan upaya edukasi dan literasi vaksinasi agar tercapai target dan sasaran yaitu  70 persen masyarakat yang mendapatkan kekebalan yang bisa membentengi sisanya, juga apabila terjadi kejadian luar biasa tetap bisa ditangani oleh fasilitas kesehatan tanpa takut over capacity," terang Manoppo.

Untuk itu, dalam mempercepat terwujudnya masyarakat yang memiliki kekebalan kelompok diharapkan pemerintah memenuhi ketersediaan vaksin. 

"Jaminan distribusi serta bisa menambah jumlah tim vaksinator yang aktif untuk menjangkau kelompok-kelompok sasaran vaksinasi," pungkas Dosen Epidemiologi Unima ini. (Mjr)

Baca juga: Olly Dondokambey Pimpin Rakercab PDIP Kota Bitung, Ingatkan Soal 3 Pilar Partai

Baca juga: Ini Target Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey di Sulut Tahun 2024


 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved