Berita Manado
Tanggapi Keluhan Jalan Rusak Warga GPI, Komisi III DPRD Sulut Bakal Temui Wali Kota Manado
Sejumlah warga Griya Paniki Indah (GPI) Mapanget menyampaikan aspirasi ke DPRD Sulawesi Utara
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah warga Griya Paniki Indah (GPI) Mapanget menyampaikan aspirasi ke DPRD Sulawesi Utara, Senin (31/5/2021) siang.
Mereka mengadukan kondisi jalan di perumahan mereka yang rusak berat karena tidak pernah tersentuh pembangunan.
Aduan ini mendapat reaksi dari Komisi III bidang Pembangunan. Dimana dalam rapat kerja dengan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Sulut, Komisi III langsung mengagendakan pertemuan dengan Wali Kota Manado, Andrei Angouw.
"Untuk keluhan warga soal jalan-jalan rusak di GPI akan kami koordinasikan dengan Wali Kota Manado pada pertemuan pekan depan," kata anggota Komisi III, Amir Liputo.
Baca juga: Pembangunan Bandara Loloda Mokoagow di Bolmong Bakal Habiskan Rp 471 Miliar
Politisi PKS itu juga mengatakan akan memanggil hearing Balai Jalan, Dinas PUPR dan Dinas Prasarana Pemukiman.
"Karena ini merupakan perumahan bersubsidi yang terkait dengan APBN, maka kami akan memanggil instansi-intansi terkait termasuk Balai Jalan yang anggarannya dari APBN," tambah dia.
Diketahui, para warga GPI diterima oleh Ketua Komisi III bidang Pembangunan, Berty Kapojos dan dua anggota DPRD dari daerah pemilihan Kota Manado, Amir Liputo dan Yongki Limen.
Turut mendampingi Kadis Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Sulut Adolf Harry Tamengkel.
Menurut perwakilan warga, Yinthze Gunde, Skivo Mandey, Deasy Holung dan Rahman Kasim pembangunan perbaikan jalan di GPI, khususnya di blok Rambutan (A sampai G) serta Lengkeng 16, 17 dan lainnya belum pernah dilakukan.
Kondisi jalan pun masih tanah dan batu-batu. Lynvia menyebut, kondisi jalan tak ubahnya sungai kering di musim panas.
Baca juga: Terima SK Sebagai Plt Ketua DPD NasDem Tomohon, Chermat Nyatakan Siap Hadirkan Kader Pro-Rakyat
Saat hujan, jalan-jalan di kompleks rumah kami jadi sungai. Air mengalir deras bersamaan dengan batu, kerikil dan material lainnya.
"Bahkan di Lengkeng 16 berpeluang longsor karena pihak developer melakukan penimbunan setengah hati, dan belum juga tuntas," terang mereka, sebagaimana keterangan tertulis ke Tribun.
Selain itu, kata warga, di kompleks perumahan mereka minim lampu jalan.
"Karena tak ada penerangan jalan, selain gelap peluang terjadinya tindakan kriminal sangat besar. Beberapa waktu lalu, terjadi upaya pelecehan seksual kepada warga oleh oknum yang tidak dikenal," tambah mereka.
Pada kesempatan tersebut, warga GPI blok Rambutan dan Lengkeng menyampaikan harapan keluhan mereka diperjuangkan.
"Kami mohon, para wakil rakyat tidak setengah hati untuk memperjuangkan aspirasi kami. Karena kalau kami yang menyampaikan langsung ke Dinas terkait, peluang keluhan kami ditindaklanjuti sangat kecil. Kami berharap DPRD mendengarkan suara kami dan memperjuangkannya, bukan hanya simpan di bawah meja," ucap mereka.
Baca juga: Gempa Terkini Tadi Siang Senin 31 Mei 2021, Ini Info BMKG Magnitudo & Lokasi Pusat Gempa
"Sudah empat tahun kami tinggal di sini, kami menikmati jalan rusak dan gelap," tambah mereka.
Pada saat menyerahkan aspirasi, baik Ketua Komisi III dan anggotanya menyatakan siap memperjuangkan bersama aspirasi warga GPI blok Rambutan dan Lengkeng.
"Aspirasi sudah dimasukan, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait," kata Kapojos.
Sedangkan Kadis PU, Adolf Harry Tamengkel juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Prasarana Pemukiman untuk perbaikan jalan di GPI.
"Kalian juga sampaikan masalah ke Dinas Praskim. Saya juga akan bicara dengan Steve (Kadis Praskim, Steve Kepel)," jawab Kadis PU.
Seperti diketahui, Perumahan GPI khusunya di Blok Rambutan dan Lengkeng masuk dalam program Sejuta Rumah Presiden Joko Widodo, dengan subsidi dari APBN.
Untuk pembuatan jalan-jalan perumahan subsidi APBN menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi, dalam hal ini Dinas Praskim dan Dinas PU.(ndo)
Baca juga: Jenazah Agli Tambengi Ditemukan, Sang Ayah Terlihat Tegar, Teman Kecil Korban Merasa Kehilangan
Tentang Manado
Kota Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi
Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.
Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa, luas wilayah Kota Manado 157,27 km²
Wilayah perairan Kota Manado meliputi Pulau Bunaken, Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua
Saat ini di Kota Manado dipimpin oleh Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.
YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/perwakilan-warga-gpi-menyampaikan-aspirasi-meminta-perbaikan-jalan.jpg)