Breaking News
Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Pembunuhan

Sekuriti yang Bunuh Wanita Teman Kencannya Ternyata Sudah 3 Kali Pernah Ditindak Pidana Lain

Kasus pembunuhan yang dilakukan seorang sekuriti kepada wanita panggilan.Diketahui pelaku sdah berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Ilustrasi wanita tewas di hotel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan yang dilakukan seorang sekuriti kepada wanita panggilan.

Diketahui pelaku sdah berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Ternyata pelaku yang adalah sekuriti sudah pernah dipidana karena menjambret.

Baca juga: TNI Polri Sudah Petakan Kekuatan KKB Papua, Besok 1 Juni Pengejaran Teroris Diperpanjang 6 Bulan

Baca juga: Penampilan Terbaru Agnez Mo dengan Tatonya Jadi Sorotan, Warganet Auto Zoom Bagian Pahanya

Baca juga: Siswi SMP Ketagihan Berhubungan Badan, Seminggu Dengan 5 Pria Berbeda, Awalnya Jual Diri di Online

Foto : Pelaku pembunuhan wanita tanpa busana di Hotel, di Menteng Jakarta Pusat, AA (23) membeberkan pengakuannya saat konfrensi pers, pada Minggu (30/5/2021). (Tribun Jakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

Aldi Ardiansyah diamankan polisi pada 28 Mei 2021 lalu di kediamannya di kawasan Cijantung, Jakarta Timur.

Ia ditangkap lantaran diduga membunuh seorang wanita panggilan yang ditemukan meregang nyawa di hotel kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada 26 Mei 2021 lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi menyebut, Aldi memang kerap melakukan tindak kriminal sebelum nekat membunuh teman kencannya berinisial IWA alias V.

"Tersangka profesinya sebagai security, tapi sebelum melakukan pembunuhan,

dia sudah pernah tindak pidana lain, yaitu menjambret sebanyak tiga kali," ucapnya, Minggu (30/5/2021).

Arsya menyebut, Aldi biasanya melancarkan aksi penjambretan di sekitar kawasan Jakarta Timur. Biasanya, dia menarget korban yang tengah asyik memainkan ponsel di pinggir jalan.

"Pertama itu tanggal 12 Januari 2021 di daerah Munjul, Jakarta Timur.

Kemudian 3 Februari di Cipayung dengan sasaran ponsel dan 27 Januari di Condet juga dengan sasaran ponsel," ujarnya.

Ponsel yang berhasil digasak itu pun langsung digadaikan oleh Aldi dan uangnya digunakan untuk main judi online.

"Tersangka keranjingan judi online, sehingga punya utang," kata dia.

Dari hasil proses penyidikan diketahui tersangka melakukan kekerasan ke korban setelah menyetubuhi korban. Tersangka mencekik korban sebanyak dua kali.

"Pertama dilakukan dengan cara tindih tubuh korban lalu gunakan kekerasan di leher.

Ternyata saat dilakukan korban masih bernapas dan diulang lagi tersangka kepada korban sampai nggak ada napas dan pukul ke wajah korban dua kali," sambungnya.

Depan awak media, Aldi mengaku awalnya dirinya tak memiliki niat melakukan penjambretan.

Tindak kriminal itu pun disebutnya terbersit begitu saja saat tengah berkendara di dekat rumahnya.

"Untuk penjambretan saya terinspirasi saat naik motor, lalu melihat ada orang main hp," tuturnya.

Terkait pembunuhan wanita panggilan di sebuah hotel kawasan Menteng, Aldi mengaku mengenal korban IW melalui aplikasi MiChat, kemudian dibuatlah kesepakatan membuka jasa open booking online (BO) melalui aplikasi tersebut.

Ia berjanji membayar jasa BO sebesar Rp 500 ribu sesuai dengan kesepakatan. Namun ternyata AA tak memiliki uang dengan yang disepakati itu.

"Nggak lama korban tanyakan minta tunjukkan uangnya, saya hanya menunjukkan uangnya. Itu ditarik sebesar Rp 50 ribu, Rp 50 ribu, tapi nggak sesuai Rp 500 ribu," kata Aldi.

"Nah, mungkin kata dia (korban) ada Rp 500 ribu. Nah, setelah itu saya gagahi lagi, abis itu saya main dan setelahnya saya kepikiran kalau saya mau ambil barang pasti akan terjadi keributan," lanjutnya.

Aldi lalu langsung mencekik leher korban hingga tewas.

AA mengaku baru sekali melakukan pembunuhan. Dia menyesal telah membunuh korban.

"Lalu setelah itu saya kepikiran langsung membunuhnya supaya tidak ketahuan apa rencana saya," ujar Aldi sambil menundukkan kepalanya.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan bahwa tersangka Aldi Aldriansyah (23) diringkus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat.

Usai menerima laporan pembunuhan tersebut, polisi memeriksa enam saksi termasuk teman korban, security, pelayan hotel, dan pegadiaan.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pembunuh wanita bugil di Menteng, Jakarta Pusat itu merupakan pemuda asal Cijantung, Jakarta Timur, bernama Aldi Aldriansyah.

"Saat itu juga, pelaku kami ringkus di rumahnya," ujar Setyo.

Setyo mengatakan, dari hasil penyelidikan, tersangka mengaku membunuh IW karena untuk menguasai harta berharga korban.

Ia sudah berencana untuk mengambil barang milik IW hingga harus membuat IW meregang nyawa.

Foto : Ilustrasi wanita tewas dibunuh. (istimewa)

Dalam mencari korbannya, Aldi menggunakan aplikasi Michat untuk berpura-pura menyewa jasa kencan seks.

Sebelum IW, Aldi sudah mendapatkan dua korban wanita panggilan namun tidak menemui kesepakatan.

Usai menghabisi IW, Aldi juga berencana membunuh wanita keempat.

Namun niat itu ia urungkan karena panik.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal berlapis pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan paling sebentar 20 tahun penjara.

Termasuk Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan pidana paling lama 15 tahun penjara.

Dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

(Tribun Network/des/dio/wly)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com, https://www.tribunnews.com/metropolitan/2021/05/31/sebelum-bunuh-iw-di-hotel-kawasan-menteng-aldi-gunakan-michat-berpura-pura-menyewa-jasa-kencan?page=all

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved