Breaking News:

Teroris

Penyamaran 11 Terduga Teroris JAD di Merauke, Pura-pura Jadi Pekerja, Tukang hingga Buruh

Para terduga teroris ini menyamar dan beraktivitas sebagai pekerja di berbagai sektor, selama berada di Merauke

Editor: Finneke Wolajan
(Dok Humas Polda Papua)
Sosok Irjen Mathius D Fakhiri 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 11 orang terduga teroris ditangkap di Merauke Papua

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menegaskan bahwa 11 orang terduga teroris yang ditangkap di Merauke terindikasi termasuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Para terduga teroris ini menyamar dan beraktivitas sebagai pekerja di berbagai sektor, selama berada di Merauke.

"Profesi mereka ada yang jadi buruh, ada yang jadi tukang, kebanyakan mereka terlibat kegiatan keagamaan," kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri di Jayapura, Minggu malam.

Para terduga teroris itu sebelumnya ditangkap terkait kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar beberapa waktu lalu.

Ilustrasi <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/teroris' title='teroris'>teroris</a>me
Para terduga teroris itu adalah AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP, dan IK. Dua di antaranya adalah pasangan suami istri yakni AP dan IK (perempuan)

"Kesepuluh (bertambah menjadi 11) teroris itu diamankan sejak Jumat (28/5) dan dijadwalkan Rabu (2/6) diterbangkan ke Jayapura," kata Fakhiri seperti dilansir dari Antara.

Ada pasangan suami istri

Matius Fakhiri mengatakan, mereka sudah beberapa tahun tinggal di Merauke lalu berpindah ke Makassar untuk melancarkan aksi teror dan kini kembali ke Merauke.

"Yang bersangkutan sebelumnya ada di Merauke, setelah itu dia kembali ke Makassar dan melakukan kegiatan bom bunuh diri," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved