Breaking News:

P2TM

Persaudaraan Peranakan Tionghoa Serahkan Bantuan APD untuk Boltim

APD tersebut diperuntukkan untuk para tenaga medis yang tersebar di tujuh puskesmas di Boltim.

Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Dokumen P2TM
Pengurus Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makassar (P2TM) di Manado bersama Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto dan rombongan di Top Up Cafe & Resto, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (30/5/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makassar atau P2TM di Manado menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

APD tersebut diperuntukkan untuk para tenaga medis yang tersebar di tujuh puskesmas di Boltim.

Penyerahan dilakukan di Top Up Cafe & Resto, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (30/5/2021).

Diterima langsung oleh Kadis Kesehatan Boltim dr Erman Paputungan.

Disaksikan Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto dan Asisten 1 Pemkab Boltim Priyamos SH.

Dari P2TM Manado hadir di antaranya Ferry Rani (ketua), Risdianto Tunandi (sekretaris) dan Meria Sulistya (ketua panitia baksos). Turut dihadiri beberapa pengurus P2TM lainnya.

Pengurus P2TM di Manado bersama jajaran Pemkab Boltim saat penyerahan APD di Top Up Cafe & Resto, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (30/5/2021).
Pengurus P2TM di Manado bersama jajaran Pemkab Boltim saat penyerahan APD di Top Up Cafe & Resto, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (30/5/2021). (Dokumen P2TM)

Ditaksir nilai APD yang disumbangkan sekitar Rp 350 juta.

Menurut Ketua P2TM di Manado Ferry Rani, donasi APD standar medis tersebut sebagai upaya turut membantu pencegahan penularan covid-19 yang masih melanda dunia.

Termasuk di berbagai daerah di Indonesia.

Bantuan APD ini juga sebagai bentuk turut memberi dukungan kepada para tenaga medis yang terus berjuang menangani pasien Covid-19.

“Apalagi saat ini tenaga medis sangat membutuhkan alat pelindung diri untuk mencegah penularan virus saat menangani pasien,” terang Ferry

Menurutnya, masyarakat seharusnya dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19 yaitu dengan disiplin menaati protokol kesehatan (prokes).

Di antaranya kesadaran rutin melakukan cuci tangan, memakai masker jika keluar rumah, menjaga jarak fisik, serta mengurangi mobilitas yang tidak penting.

Persoalannya masih banyak masyarakat yang belum disiplin menaati prokes dengan berbagai alasan.

Kemudian petugas medislah yang jadi benteng terakhir akhirnya jadi garda terdepan.

“Kami berharap wabah ini bisa segera teratasi dan selesai. Sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat bisa kembali pulih,” harapnya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved