Breaking News:

Illegal Fishing

Direktur POA: Ini Pertama Tangkap Kapal Illegal Fishing dari Filipina di 2021

Kapal Pengawas Perikanan di Laut Sulawesi berhasil menangkap dua lagi kapal pelaku illegal fishing

Tribun manado / Christian Wayongkere
Dua kapal ikan asing (KIA) berbendera Filipina FB Genevieve 85 GT yang mengoperasikan alat tangkap pukat cincin (purse seine) dan FBCa GIE 2 (9 GT) yang mengoperasikan alat tangkap Tuna Hand Line saat memasuki dermaga pangkalan pengawasan Sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP) di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Provinsi Sulut. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Upaya penjagaan kedaulatan pengelolaan perikanan terus dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di era Menteri Sakti Wahyu Trenggono.

Kali ini operasi Kapal Pengawas Perikanan di Laut Sulawesi berhasil menangkap dua lagi kapal pelaku illegal fishing.

"Kami mengonfirmasi penangkapan satu kapal purse seine dan pumboat pada Senin (24/5/2021),” terang Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, yang juga Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar dalam rilis resmi KKP, Jumat (28/5/2021).

Antam mengungkapkan bahwa operasi Kapal Pengawas Hiu 15 yang dinakhodai oleh Kapten Priyo Kurniawan melakukan penangkapan terhadap dua kapal yaitu FB Genevieve 85 GT yang mengoperasikan alat tangkap pukat cincin (purse seine).

FBCa GIE 2 (9 GT) yang mengoperasikan alat tangkap Tuna Hand Line.

Baca juga: PDI-P Tomohon Usulkan Melisa Gerungan Nakhodai Ketua Baguna Tomohon

“Selain kapal dan barang bukti lainnya, ada total 27 awak kapal berkewarganegaraan Filipina yang kami amankan,” ungkap Antam.

Lebih lanjut Antam menjelaskan bahwa kapal dan seluruh awak telah berada di Pangkalan PSDKP Bitung untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada (POA) Pung Nugroho Saksono yang biasa disapa Ipunk, memimpin langsung pelaksanaan operasi tersebut dan menyampaikan, bahwa penangkapan ini adalah pertama kali terhadap kapal illegal fishing asal Filipina pada tahun 2021.

Ipunk juga menjelaskan sudah cukup lama tidak ada kapal purse seine yang masuk ke wilayah perairan Laut Sulawesi, apalagi FB Genevieve berukuran cukup besar yaitu 85 GT.

Oleh sebab itu, Ipunk menginstruksikan jajarannya untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan operasi di wilayah-wilayah rawan pencurian ikan.

Halaman
123
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved