BMKG
Peringatan Dini Tsunami dan Gempa 8.5 SR Dinyatakan Hoaks, Pesan SMS Sesat dari Kominfo BMKG
Info SMS KominfoBMKG gempa 8.5 SR dengan peringatan tsunami besar 4 Juni 2021 mendatang dinyatakan kabar tidak benar atau Hoaks.
Penulis: Frandi Piring | Editor: Frandi Piring
TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG ) melalui siaran pers, gempa 8.5 SR dengan peringatan tsunami besar 4 Juni 2021 mendatang dinyatakan info tidak benar atau Hoaks.
"*SIARAN PERS* *SMS Blast Perkiraan Gempa Magnitudo 8,5, BMKG: Tidak Benar*" tulis akun Twitter BMKG @infoBMKG.

Penjelasan BMKG
Terkait dengan tersebarnya informasi gempabumi berkekuatan M8,5 dan berpotensi Tsunami yang tersebar melalui saluran komunikasi SMS _BMKG-Kominfo_ pada hari Kamis 27 Mei 2021 sekitar pukul 10.36 WIB, maka dapat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:
1. BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar, karena telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami *yang melalui kanal SMS*
2. BMKG dan Kominfo telah merespon secara cepat dengan melakukan klarifikasi terhadap sistem pengirim informasi yang salah tersebut, melalui saluran/kanal komunikasi yang sama, *SMS BMKG-Kominfo*
3. Saat ini BMKG bersama Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam terhadap penyebab kesalahan sistem SMS hingga tersebar informasi gempa berpotensi tsunami.
4. Masyarakat diimbau agar tetap tenang, karena hasil monitoring BMKG saat ini tidak terjadi gempa berkekuatan M8,5 di wilayah Indonesia, sehingga secara institusi BMKG tidak mengeluarkan Peringatan DIni Tsunami.
5. Informasi yang tersebar tersebut juga bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat, karena hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan, dimana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi.
6. Masyarakat agar tetap mengupdate informasi BMKG melalui saluran resmi seperti _website_, saluran komunikasi infobmkg berbasis media sosial, _Call Center 196_ maupun kantor BMKG terdekat; *Biro Hukum dan Organisasi* *Bagian Hubungan Masyarakat*
Demikian informasi BMKG terkait Hoaks peringatan dini tsunami akibat gempa 8.5 SR yang ditulis akan terjadi 4 Juni 2021 nanti.
Sebelumnya, pihak BMKG melakukan penelusuran terkait adanya pesan singkat
atau SMS terkait kabar akan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 8,5 skala richter dan tsunami.
Pesan via SMS itu setidaknya membuat para warga (penerima) pesan terkejut dan panik.
Pihak BMKG akhirnya menelusuri kesalahan tersebut.
"Sedang ditelusuri dimana erornya, "ujar Kepala Bagian Humas BMKG, Taufan Maulana saat dikonfirmasi, Kamis(27/5/2021).
Dalam pesan singkat tersebut disebutkan gempa besar disertai tsunami akan terjadi pada tanggal 4 Juni 2021 pada pukul 10.14 WIB.
Daerah yang akan dilanda gempa besar dan tsunami berdasarkan pesan singkat tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.
Taufan menduga munculnya pesan singkat tersebut karena ada gangguan dalam sistem.
Karena itu BMKG lanjut Taufan akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi.
"Kemungkinan besar terjadi "sistem error" bapak dan ibu sedang kami telusuri dan berkoordinasi dengan kominfo RI," ujar Taufan.
BMKG: Mohon Maaf Sistem Kami Error
Jagat media sosial Twitter mendadak heboh lantaran pesan singkat sms beredar luas di masyarakat
terkait peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pesan itu berisikan peringatan dini tsunami yang informasinya tidak begitu rinci.
Hal tersebut menimbulkan kebingungan karena tidak ada penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selaku pihak yang menyebarkan pesan itu.
"Saya terima sms dari kominfo bmkg seperti ini... Peringatan Dini Tsunami di JATIM NTB BALI NTT JATENG Gempa Mag:8.5 04-Jun-21 10:14:45WIB Lok:10.50LS 114.80BT Kdlmn:10Km::BMKG.
Bisa dijelaskan ini apa ya?? Perkiraan gempa atau apa??," tulis akun Twitter @omingbudis, Kamis (27/5/2021).
Dalam pesan tersebut hanya tertulis nama-nama provinsi yakni Jawa Timur (Jatim), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT),
dan Jawa Tengah (Jateng) yang akan dilanda gempa dengan kedalaman 10KM pada 4 Juni 2021 mendatang.
Alhasil, pesan ini langsung viral dan BMKG langsung merespon pesan tersebut.
BMKG meminta maaf atas kesalahan peringatan dini mengenai isu tsunami tersebut.
Kepala Humas BMKG Taufan menyebut ada kesalahan sistem informasi yang menyebabkan tersebarnya pesan berantai itu.
"Mohon maaf, ada error di sistem kami, saat ini sedang kami telurusi.
Sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," kata dia saat dikonfirmasi oleh wartawan.
Hingga saat ini lini masa Twitter masih diramaikan oleh cuitan oleh masyarakat khususnya Jawa dan Bali.
Banyak pengguna ramai-ramai mengupload pesan tersebut untuk menanyakan ke BMKG terkait kebenaran pesan itu.
Terkait pesan peringatan dini tsunami itu, Tribunnews.com telah menghubungi Juru Bicara Kementerian Komunikasi
dan Informatika Dedy Permadi untuk menanyakan ada tidaknya kaitan sms tersebut dengan sistem dari Kominfo.
Namun, hingga berita ini dinaikkan, yang bersangkutan belum bisa dihubungi.
(Tribunnews.com/Tribunmanado.co.id)
Tautan:
https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2021/05/27/bmkg-selidiki-sms-info-gempa-85-sr-dan-tsunami?page=all