Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bursa Capres

Pengamat Nilai Keberanian Puan Sindir Ganjar Pranowo Atas Restu Megawati, Ingatkan Sejarah 2004

Internal PDI Perjuangan menghangat. Ini setelah Gubernur Jawa Tengah yang nota bene kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Tribun Manado / Istimewa
Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Internal PDI Perjuangan menghangat. Ini setelah Gubernur Jawa Tengah yang nota bene kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo tidak diundang saat ada hajatan di Semarang, Jawa Tengah yang dihadiri Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Dalam acara itu seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan di Jawa Tengah diundang, kecuali sang Gubernur Ganjar Pranowo.

Baca juga: Felicia Tissue Ungkap Fakta Ghosting Kaesang: 2 Minggu Kemudian Beliau Menghilang dan Blokir Kontak

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menduga serangan yang dilancarkan PDIP pada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah mendapat restu dari Megawati Soekarnoputri.

Jamiluddin mengatakan, konflik yang terjadi antara PDIP dan Ganjar terlihat kian memanas karena pernyataan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto, dinilai semakin menyudutkan Gubernur Jawa Tengah ini.

Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri
Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri (via RadarBogor.id)

"Kisruh di PDIP, khususnya antara Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto, dengan Ganjar Pranowo, tampaknya kian memanas."

"Bambang Wuryanto terlihat makin menyudutkan Ganjar Pranowo," ujar Jamiluddin, kepada wartawan, Rabu (26/5/2021), dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut, Jamiluddin menilai Bambang melakukan serangan pada Ganjar tersebut atas restu Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Hal ini tampak dari sindiran yang dilontarkan Puan saat memberikan arahan kader PDIP di Semarang, Sabtu (22/5/2021).

Bahkan, menurut Jamiluddin, apa yang dilakukan Puan itu telah direstui Megawati selaku Ketua Umum PDIP.

"Puan Maharani juga berani melakukan itu tampaknya sudah ada restu dari ibunya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri."

"Tanpa restu Mega, tampaknya Puan tidak senekat itu," bebernya.

"Kenapa begitu? Karena sentral di PDIP itu hanya Mega. Semua hal di PDIP bergantung pada Mega."

"Hitam kata Mega, akan hitamlah hingga ke bawah," tambahnya.

Baca juga: Bupati Sitaro Hadiri Perayaan HUT Paroki Santa Maria Ulu Siau ke-10 Tahun

Baca juga: Cemburu Buta, Seorang Pria Tega Habisi Nyawa Kekasih Gelapnya karena Dekat dengan Orang Lain

Jamiluddin mengungkapkan, serangan pada Ganjar diduga akan berhenti jika mantan anggota DPR ini mengurungkan niatnya maju Pilpres 2024.

Ia juga menduga, aksi PDIP 'mengucilkan' Ganjar adalah rencana yang sudah disiapkan sejak lama demi membuka kesempatan Puan menjadi capres semakin lebar.

"Kalau Ganjar mundur, maka niat mengantarkan Puan untuk nyapres akan terbuka luas. Rencana tersebut tampaknya sudah disiapkan sejak lama."

"Karena itu, tidak boleh ada kader lain yang menjadi penghalang. Siapa pun penghalangnya, termasuk Ganjar tentu akan dilucuti," kata dia.

Sementara itu, Analis Politik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul, menilai sikap PDIP yang mengucilkan Ganjar Pranowo bisa menjadi sebuah kesalahan.

Adib mengatakan, pesan yang disampaikan Ketua DPP PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, dan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, seolah menjadi pertanda pihaknya telah menutup pintu rapat-rapat untuk Ganjar.

"Saya melihat sebuah kelemahan ketika pesan yang disampaikan Bambang Wuryanto dan Puan ketika ada agenda PDIP di Jawa Tengah yang secara terang-terangan tidak mengundang Ganjar."

"Ini terlihat sebagai pengganjalan secara keras dan seolah mulai menutup pintu rapat-rapat kepada Ganjar, nah saya kira ini (bisa jadi) kesalahan dan kelemahan bagi PDIP nanti," beber Adib, Senin (24/5/2021), dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut, Adib menilai elektabilitas Ganjar yang cenderung dinamis di beberapa survei, mengingatkan pada momen munculnya Jokowi di tahun 2014.

Menurutnya, posisi Ganjar saat ini mirip dengan Jokowi yang sederhana, merakyat, dan egaliter.

Karena itu, Adib menilai Ganjar bisa membawa PDIP kembali menang di Pilpres 2024 jika memang diusung.

Meski begitu, melihat adanya konflik antara Ganjar dan PDIP, Adib tak menampik orang nomor satu di Jawa Tengah ini akan diusung partai lain yang bercorak nasionalis religius, seperti Demokrat, NasDem, bahkan Gerindra.

"Peluang Ganjar menjadi capres dari partai lain terbuka lebar."

"Kalau kita bandingkan misalnya dengan Anies, tanpa partai pun tetap banyak yang melirik, ini juga pasti karena bermodal popularitas, elektabilitas tinggi," terang Adib.

"Jadi saya kira Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Anies Baswedan yang merupakan tokoh-tokoh potensial, kalaupun tidak dilirik oleh partainya sendiri, maka akan diambil oleh partai lain," tambahnya.

Jika Puan Maju Pilpres 2024, Sejarah 2004 akan Terulang

Adib Miftahul menilai, PDIP akan mengusung Puan Maharani sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024 mendatang.

Pandangan Adib ini disampaikan karena hingga saat ini, komando tertinggi di PDIP masih dipegang Megawati Soekarnoputri.

Karena itu, ia melhat sosok capres yang diusung tak bakal jauh-jauh dari keturunan Soekarno.

Meski begitu, Adib memperingatkan agar PDIP mempertimbangkan nama-nama kadernya yang memilki elektabilitas tinggi.

Pasalnya, nama Puan dalam berbagai survei memiliki elektabilitas rendah dibanding kader PDIP lainnya, seperti Ganjar Pranowo.

Menurut Adib, meskipun Puan pernah menjadi menteri dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI, kedua hal tersebut tak bisa mendongkrak elektabilitasnya.

Ia pun mengingatkan sejarah 2004 akan kembali terulang jika memang PDIP nantinya mengusung Puan.

Pada Pilpres 2004 lalu, Megawati kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Modal Puan yang pernah menjadi menteri dan sekarang jadi ketua DPR, saya kira tak akan kuat (menaikkan elektabilitas)."

"Ingat dulu, Mega pada tahun 2004 jadi presiden, toh juga kalah dengan SBY," katanya, Senin (24/5/2021), dilansir Tribunnews.

Adib kemudian mengatakan, PDIP bisa kembali sukses dalam Pilpres 2024 mendatang jika mengusung Ganjar Pranowo.

"Intinya kalau mau mengusung Ganjar, PDIP bisa mengulang sukses Jokowi di 2014."

"Sebaliknya jika mengusung Puan, tak bisa melupakan sejarah 2004, saat Mega kalah," tambahnya.

Prediksi Adib ini didasarkan dari elektabilitas Ganjar yang cenderung dinamis di beberapa survei.

Hal tersebut, kata Adib, seolah mengingatkan pada momen munculnya Joko Widodo (Jokowi) di tahun 2014.

"Survei yang merangkak naik dan Jokowi dipilih jadi capres dan menang."

"Posisi Ganjar sekarang saya kira mirip dengan itu, mirip dengan Jokowi, sederhana, merakyat dan egaliter," tandasnya.

Diketahui, nama Ganjar ramai dibicarakan setelah ia tak diundang dalam acara PDIP di Semarang yang digelar Sabtu (22/5/2021).

Mengutip Tribun Jateng, tertulis jelas 'Kecuali Gubernur' dalam susunan acara PDIP di Semarang.

Padahal acara tersebut turut mengundang seluruh kader PDIP di Jateng, seperti anggota DPR RI Jateng, DPD Jateng, DPRD Provinsi Jateng, serta kepala dan wakil daerah kader se-Jateng.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP yang juga Ketua DPD PDI Jateng, Bambang Wuryanto, mengungkapkan alasan mengapa Ganjar Pranowo tak diundang.

Menurutnya, Ganjar sudah melewati batas.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan atau kebablasan). Yen kowe pinter, ojo keminter (kalau kamu pintar, jangan merasa pintar)" kata Bambang Wuryanto, dalam pernyataan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Minggu (23/5/2021).

Bambang menilai, sikap DPD PDIP Jateng berseberangan dengan Ganjar terkait langah pencapresan pada 2024 mendatang.

Ia menuturkan, PDIP Jateng sudah memberikan sinyal terkait sikap Ganjar yang dinilainya terlalu ambisi dengan jabatan presiden.

Namun, menurut Bambang, Ganjar masih terus melewati batas tersebut.

Baca artikel Ganjar Pranowo lainnya

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Vincentius Jyestha, Tribun Jateng/Mamdukh Adi Prayitno)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Menduga Serangan PDIP pada Ganjar Pranowo Direstui Megawati: Semua Bergantung pada Mega, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/27/pengamat-menduga-serangan-pdip-pada-ganjar-pranowo-direstui-megawati-semua-bergantung-pada-mega?page=all.
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved