Bursa Capres 2024
Pengamat Politik Sebut Sikap PDIP pada Ganjar Pranowo adalah Kesalahan: "Akan Diambil Partai Lain"
Hubungan antara PDI Perjuangan dan Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo dikabarkan merenggang.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hubungan antara PDI Perjuangan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dikabarkan merenggang.
Isu konflik pun menjadi perbincangan di berbagai kalangan.
Pengamat politik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Adib Miftahul buka suara terkait hal tersebut.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG Selasa 25 Mei 2021, Cuaca Ekstrem Akan Terjadi di Daerah Ini
Baca juga: Pratu Jehezkial Diteriaki Maling Lalu Dikeroyok 10 Orang, Pelaku Ngaku Korban Sempat Mondar-mandir
Dilansir TribunWow.com, Adib menyebut PDIP seolah sudah menutup rapat-rapat pintu maaf untuk Ganjar.
Namun, ia juga meniali sikap acuh PDIP terhadap Ganjar bisa menjadi suatu kesalahan.
Terkait hal itu, Adib lantas menyinggung pernyataan Ketua DPP PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, dan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.
Menurut Adib, PDIP bisa lemah tanpa Ganjar nantinya.
"Saya melihat sebuah kelemahan ketika pesan yang disampaikan Bambang Wuryanto dan Puan ketika ada agenda PDIP di Jawa Tengah yang secara terang-terangan tidak mengundang Ganjar," ujar Adib, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (24/5/2021).
"Ini terlihat sebagai pengganjalan secara keras dan seolah mulai menutup pintu rapat-rapat kepada Ganjar, nah saya kira ini (bisa jadi) kesalahan dan kelemahan bagi PDIP nanti."
Adib mengatakan, survei elektabilitas Ganjar yang dinilai stabil mengingatkannya pada sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 lalu.
Ia menilai, posisi Ganjar saat ini sangat mirip dengan Jokowi yang dinilai sederhana, merakyat dan egaliter.
Karena itu, Adib menduga Ganjar bisa membawa PDIP memenangkan Pilpres 2024.
Namun melihat adanya konflik PDIP dan Ganjar, Adib menduga gubernur Jateng itu akan diusung partai lain seperti Gerindra, NasDem, hingga Demokrat di Pilpres 2024 mendatang.
"Peluang Ganjar menjadi capres dari partai lain terbuka lebar," kata Adib.
"Kalau kita bandingkan misalnya dengan Anies, tanpa partai pun tetap banyak yang melirik, ini juga pasti karena bermodal popularitas, elektabilitas tinggi."