Berita Bolsel

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Bolmong Tinggi

Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) harus lebih bekerja keras lagi.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
TRIBUN MANADO/MAICKEL KARUNDENG
Kepala DP3A Bolmong Farida Mooduto 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) harus lebih bekerja keras lagi.

Pasalnya, sudah berbagai upaya telah dilakukan mulai dari sosialisasi dan penanganan khusus terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak.

Namun nyatanya angka kasus masih cukup tinggi.

Hal itu terbukti dengan data yang dihimpun dari DP3A. 

Mereka mencatat hingga pertengahan Maret 2021, terdapat 42 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Kepala DP3A Bolmong Farida Mooduto menjelaskan, dari total kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, 50 persen didominasi kasus kekerasan seksual.

“Januari hingga Maret 2021, kasus kekerasan terhadap anak berjumlah 42 kasus," kata dia ketika dihubungi Tribun Manado, Selasa (25/5/2021). 

"Dari jumlah ini, 50 persen kasus cabul. Semuanya dalam proses pendampingan dan sudah di bawah ke ranah hukum,” tambah dia. 

Farida sangat menyayangkan, kasus tersebut cukup tinggi.

Padahal Kabupaten Bolmong, dikenal dengan daerah adat dan religius.

“Semuanya dalam proses pendampingan dan sudah di bawah ke ranah hukum,”katanya.

Farida khawatir kasus tahun ini akan naik dibanding tahun sebelumnya. 

Sebab tahun 2020 kasus kekerasan cukup tinggi yakni 163 kasus.

“Tahun kemarin ada 163 kasus. Dari jumlah ini, dua orang pelakunya ayah kandung, ayah tiri kurang lebih 20-an orang,” ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved