Sabtu, 30 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Apa Itu Kabut

Apa Itu Kabut? Ini Penjelasan Macam-macam Kabut dari Radiasi hingga Kabut Dipagi Hari

Semua orang pasti sudah pernah melihat Kabut. Namun apa sebenarnya kabut itu? Yuk simak berikut ini penjelasan terkait macam-macam Kabut.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Kompas.com/Ananda Eka Putra
Ilustrasi Kabut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Semua orang pasti sudah pernah melihat Kabut.

Namun apa sebenarnya kabut itu?

Yuk simak berikut ini penjelasan terkait macam-macam Kabut.

Baca juga: 4 Resep Membuat Nasi Kuning di Rumah, Mudah dan Praktis, Hidangan Saat Kumpul Keluarga

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pagi Pukul 09.30 WIB, Pemotor Vario Tewas, Korban Menabrak Truk saat Melambung

Baca juga: 2 Nama Pembalap Berpotensi Rusak Tradisi Juara Dunia, Quartararo dan Zarco, Cek Klasemen Sementara

Kabut adalah awan yang turun mengenai daratan.

Kabut bisa tipis atau tebal. Jika kabut tebal, maka bisa sangat membahayakan bagi manusia.

Kabut tebal akan menghalangi jarak pandang manusia.

Bahkan kabut tebal bisa menghalangi hingga menghalangi kita dari melihat benda yang besar seperti gunung, menara, atau jembatan.

 Selain itu, kabut juga berbahaya jika terjadi di jalan raya, dunia penerbangan, dan kelautan.

Keterbatasan jarak pandang akan membuat pengemudi sulit memprediksi jika ada bahaya atau kendaraan lain di depannya.

Kabut muncul ketika air menguap, kemudian menjadi titik-titik air dan memadat. Kabut terdiri dari uap air, maka dari itu kabut akan terasa sangat lembab.

Selain air, kabut juga mengandung unsur polutan lainnya seperti debu, asap, atau bahkan garam jika kabut terjadi di dekat laut.

Berdasarkan tingkat kelembaban dan suhunya, kabut bisa muncul dan hilang secara tiba-tiba.

Dilansir dari National Geographic, terdapat beberapa tipe kabut yang mungkin belum Anda ketahui.

Berikut pembahasannya.

Kabut radiasi

Kabur radiasi terjadi pada malam hari saat panas yang dierap oleh bumi pada siang harinya dilepaskan ke udara.

Karena perpindahan panas dari tanah ke udara, maka terbentuklah uap air yang berkumpul menjadi kabut.

Karena datangnya panas dari tanah, posisi kabut ini sangat rendah. Bahkan sering disebut ‘kabut darat’.

Kabut adveksi

Kabut adveksi adalah kabut yang terbentuk saat udara hangat dan lembab melewati permukaan yang dingin.

Proses tersebut disebut dengan proses adveksi.

Pada proses ini, uap air akan memadat dan membentuk kabut.

Kabut adveksi ini biasanya terjadi di pantai tropis yang udaranya hangat lalu bertemu dengan air laut.

Pesisir Pasifik di Amerika Serikat, terutama di San Fransisco, sering tertutupi kabut adveksi karena airnya yang dingin namun udaranya hangat.

Kabut lembah

Kabut lembah terbentuk di kaki gunung pada musim dingin.

Kabut ini terjadi ketika udara yang padat tidak bisa melewati gunung sehingga kabut mengumpul di lembah.

Kabut beku

Kabut dingin ini terjadi ketika uap air di dalam kabut membeku karena udara yang dingin.

Kabut ini biasanya menutupi puncak gunung dan terjadi pada daerah yang dingin namun lembab, seperi Skandinavia dan Antartika.

Bagaimana dengan kabut di pagi hari

Kabut sering terjadi di pagi hari karena pagi adalah waktu yang paling dingin dalam sehari.

Selain itu, kelembaban udara pada pagi hari juga meningkat sehingga seringkali memicu pembentukan kabut yang sering kita lihat.

Kabut di pagi hari disebut juga dengan kabut presipitasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com, https://www.kompas.com/sains/read/2021/05/24/183100623/apa-itu-kabut-dan-macam-macam-kabut-yang-belum-anda-ketahui

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved