Breaking News:

Konflik Israel Palestina

Sisa dari Konflik Israel dan Hamas di Jalur Gaza, Remaja Palestina Kehilangan Ayah dan Ibu

Upaya gencatan senjata ini tak lepas dari keberhasilan Mesir sebagai mediator konflik Israel - Hamas.

Editor: Rizali Posumah
AFP/MOHAMMED ABED
Ribuan orang turun ke jalan untuk merayakannya gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, Palestina pada Jumat (21/5/2021) dinihari. Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Israel Setuju Gencatan Senjata, Hamas Klaim Kemenangan: Ini adalah Euforia Kemenangan, https://aceh.tribunnews.com/2021/05/21/israel-setuju-gencatan-senjata-hamas-klaim-kemenangan-ini-adalah-euforia-kemenangan. Editor: Amirullah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, GazaSejak Jumat 21 Mei 2021 Israel dan Hamas telah melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza

Upaya gencatan senjata ini tak lepas dari keberhasilan Mesir sebagai mediator konflik Israel - Hamas.

Israel mengakhiri gempuran ke jalur Gaza, Hamas pun juga berhenti menembakkan roket ke arah pemukiman warga sipil Israel.

Di mana dalam konflik tersebut 240 orang telah kehilangan nyawa dalam sebelas hari pertempuran.

Gencatan senjata ini diharapkan bakal berlanjut hingga kedua pihak mencapai kesepakatan. 

Dengan begitu, ketenangan akan dirasakan warga yang bermukim di daerah tersebut dan kehidupan akan kembali normal.

Namun bagi Ahmed al-Koulak, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun dari Gaza, Palestina, hidupnya tidak akan pernah kembali terlihat normal seperti dahulu.

Karena pada 16 Mei lalu, pesawat tempur Israel telah menyerang gedung yang menjadi tempat tinggalnya.

Serangan itu 'mengubur' orangtua dan empat saudara kandungnya 'hidup-hidup'.

"Kami berada di rumah saat mendengar ledakan besar itu. Saya ingat saat ibu saya bergegas pergi ke kamar saya untuk melindungi saya dan saudara-saudara saya. Namun ada tembok yang ambruk dan mengubur ibu saya serta kami semua. Lalu saya pingsan dan ketika membuka mata, saya mendengar orang-orang berteriak 'dia masih hidup', tapi bukannya bahagia, saya justru takut dan menangis sepanjang waktu," kata al-Koulak.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (23/5/2021), Israel telah berulang kali mengklaim bahwa serangan udara yang mereka lakukan secara eksklusif menargetkan situs militer Hamas.

Negara zionis itu juga menegaskan, kerusakan infrastruktur sipil seperti bangunan tempat tinggal, jalan, dan menara bukan merupakan tindakan yang disengaja.

Israel mengaku bahwa sebelumnya mereka telah memperingatkan warga sipil yang berada di sebuah bangunan yang ditargetkan, untuk mengungsi.

Namun al-Koulak menegaskan hal itu tidak terjadi, ia tidak pernah mendengar adanya peringatan tersebut.

"Kami belum diberitahu oleh tentara Israel. Mereka mengatakan mereka menargetkan militan Hamas, tapi kenyataannya yang mereka bunuh di gedung itu adalah warga sipil, keluarga saya," kata al-Koulak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved