Breaking News:

Mesin Kapal Mati dan Korban Sempat Mendayung Sebelum Hilang

Kira-kira saat itu mereka mendahului korban di perairan laut Dusun Medang Kecamatan Siau Barat Selatan sekitar pukul 12.00 Wita siang

Penulis: Octavian Hermanses
Editor: Charles Komaling
Istimewa Via WartaKotaLive.com
ILUSTRASI kapal tenggelam 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  - Seorang nelayan bernama Witer Lahansang (58), warga Kampung Buhias Lindongan II Kecamatan Siau Timur Selatan (Sitimsel) dikabarkan hilang saat pergi mencari ikan, Jumat 21 Mei 2021 lalu.

Kapolsek Siau Timur AKP Tomi Oroh mengatakan, berdasarkan penuturan Vandy Lahansang (28), anak dari korban, ayahnya bersama sejumlah nelayan pergi melaut sekitar pukul 02.00 Wita dini hari. Adapun lokasi para nelayan mencari ikan, yakni di perairan laut antara Pulau Makalehi dan Pulau Tagulandang Kabupaten Kepulauan Sitaro, menggunakan perahu masing-masing.

"Saat sedang mencari ikan di lokasi tersebut, tiba-tiba angin bertiup kencang dan gelombang mulai menghantam para nelayan," kata Oroh, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/05/2021).

Di tengah terjangan cuaca ekstrem itu, korban Lahansang bersama rekan-rekan nelayan lainnya masing-masing Esri Selamat (54) dan Epta Selamat (49) langsung membuka ikatan tali perahu masing-masing dari rakit yang ada di lokasi tersebut. "Lalu mereka menghidupkan mesin perahu dan memutuskan untuk pulang," jelas Oroh.

Dalam perjalanan, kedua rekan korban, yakni Esri dan Epta Selamat langsung mendahuli Lahansang karena kuatir dengan kondisi cuaca yang kian memburuk. Selang beberapa saat, nelayan lainnya yakni Rustam Linggar juga sempat mendahului korban yang terlihat sedang mendayung perahu karena mesinnya mengalami kerusakan.

"Kira-kira saat itu mereka mendahului korban di perairan laut Dusun Medang Kecamatan Siau Barat Selatan sekitar pukul 12.00 Wita siang," lanjut Oroh. Jelang sore hari, tepatnya pukul 16.00 Wita, korban yang ditunggu oleh rekan-rekannya di pesisir pantai Kampung Buhias tak kuncung muncul.

"Karena kuatir dengan keadaan korban, masyarakat dan keluarga langsung pergi mencari korban menggunakan beberapa perahu. Kebetulan saat itu, cuaca mulai membaik," ujar Oroh.

Namun demikian, pencarian tak membuahkan hasil dan kembali dilanjutkan pada Sabtu 22 Mei 2021 pagi. Dari lanjutan pencarian itu, salah seorang warga Kampung Buhias, Welky Mahaganti menemukan perahu milik korban yang dalam kondisi tenggelam dan hanya kelihatan bagian tiang perahu, di perairan laut antara Pulau Siau dan Pulau Tagulandang.

"Karena korban tak juga ditemukan di sekitar lokasi ditemukannya perahu, maka saudara Welky membawa perahu korban ke Kampung Buhias dengan cara diikat di perahunya," ungkap Oroh sembari menyebut, pihaknya baru mendapatkan informasi dari pemerintah setempat pada Sabtu 22 Mei 2021 pukul 18.00 Wita.  (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved