Breaking News:

Penanganan Covid

Apa Itu Teori Pingpong? Teori yang Bisa Memungkinkan Terjadi Gelombang Kedua Covid-19 di Indonesia

Sonny menuturkan, kontribusi kenaikan kasus Covid-19 terhadap pertambahan kasus covid 19 di Indonesia memang meningkat drastis.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
(AFP PHOTO/PRAKASH SINGH)
Ilustrasi Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) merawat pasien positif Covid-19 di dalam ruang pertemuan yang sementara diubah menjadi pusat perawatan covid di New Delhi pada 28/4/2021. (ilustrasi penyebaran covid) 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Di tengah masih mengganasnya penyebaran covid-19 di Indonesia, Satgas Covid mengungkap sesuatu.

Ini soal kemungkinan bisa terjadinya gelombang kedua Covid 19 di Indonesia.

Kemungkinan terjadinya gelombang kedua yakni karena ada faktor-faktor pendukung.

Salah satu faktor yang Satgas singgung soal adanya Teori Pingpong.

Lantas Apa Itu Teori Pingpong?

Diberitakan sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo berharap penyekatan mudik yang diterapkan saat ini dapat menekan penyebaran virus Corona (COVID-19).

Itu karena dirinya tidak ingin nantinya terjadi teori pingpong.

"Betul Sumatera mengalami tren kenaikan selama satu bulan terakhir ini. Sementara itu Pulau Jawa kita lihat angkanya relatif melandai. Nah, kita tidak ingin teori pingpong ini terjadi. Karena itu, upaya pemerintah melakukan penyekatan diharapkan bisa berhasil," kata Doni dalam siaran di YouTube BNPB, Sabtu (15/5/2021).

Teori pingpong yang dimaksud Doni adalah ibarat bola pingpong, kenaikan kasus aktif diharapkan tidak berpindah dari Jawa ke Sumatera sebelum Lebaran dan kembali lagi ke Jawa pasca-Lebaran.

Dia juga memberi analogi pergerakan kasus COVID-19 ini dengan teori balon.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved