Konflik Israel Palestina

Mukjizat Bagi 30 Tentara Israel, Mereka Tinggalkan Bus Beberapa Detik Sebelum Hamas Meledakkannya

Sopir bus menceritakan bagaimana rudal anti-tank menghantam busnya beberapa saat setelah tentara turun, mencegah insiden korban massal

Penulis: Finneke Wolajan | Editor: Finneke Wolajan
www.israelnationalnews.com
Bus yang ditumpangi 30 tentara Israel yang diserang rudal anti-tank Hamas 

Setelah tentara turun, bus maju beberapa meter lagi di luar pangkalan, ke daerah yang terbuka.

Kemudian diserang oleh rudal anti-tank saat pengemudi berada di dalam.

Seorang tentara terluka oleh pecahan peluru dalam serangan itu dan dibawa ke Pusat Medis Barzilai di Ashkelon.

Hamas dan teroris Jihad Islam terus menembakkan gelombang roket ke Israel selatan.

Sirene Siaga Merah berbunyi di Be'er Sheva tak lama setelah pukul 1 siang.

Awal Mula Pecahnya Kembali Konflik Israel-Palestina

Dilansir Mirror, konflik terjadi di bulan Ramadhan tepatnya pada perayaan Hari Yerusalem (Minggu 9 Mei hingga Senin 10 Mei), menandai konflik Arab-Israel 1967 atau Perang Enam Hari.

Warga Palestina marah karena dibatasinya gerakan mereka ke Kota Tua Yerusalem, tempat mereka berkumpul untuk sholat selama Ramadan.

Yerusalem Timur, yang juga dianggap sakral secara agama oleh orang Palestina, dicaplok oleh Israel pada tahun 1967.

Kebijakan pemukim Israel di wilayah itu telah meningkatkan kekerasan antara warga Palestina dan polisi yang dituduh melakukan kekerasan.

Konfrontasi juga berkobar di kompleks Masjid al-Aqsa, situs Islam tersuci ketiga, yang dibangun di Temple Mount, situs tersuci dalam Yudaisme.

Selama empat hari berturut-turut, polisi Israel menembakkan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet ke arah warga Palestina di kompleks tersebut, yang dibalas dengan melemparkan batu dan kursi.

Kebijakan pemukim di Yerusalem

Lebih dari 600.000 orang Israel hidup sebagai pemukim di Tepi Barat dan Yerusalem Timur di rumah-rumah yang telah dibangun sejak perang 1967.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved