Breaking News:

Soeharto Mundur

Ketika Pasukan Kostrad Pimpinan Prabowo Kepung Rumah BJ Habibie, Pangkostrad dan Presiden Memanas

Cerita pasukan Kostrad kepung rumah Presiden BJ Habibie dan Istana Negara saat Prabowo Subianto dicopot dari jabatan Pangkostrad pada Mei 1998.

Editor: Frandi Piring
Godialy.com
Kisah pasukan Kostrad kepung rumah Presiden BJ Habibie dan Istana Negara saat Prabowo Subianto dicopot dari jabatan Pangkostrad Mei 1998. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gejolak pasca aksi demonstrasi dan desakan masyarakat yang begitu besar yang berhasil menjatuhkan Presiden Soeharto dari kekuasaannya pada 21 Mei 1998 terjadi.

Kejadian pascamundurnya Soeharto dari jabatan presiden terjadi beberapa waktu kemudian.

Hanya dalam kurang lebih 48 jam kemudian situasi memanas.

Keadaan di kediaman Presiden BJ Habibie dan di Istana Negara menjadi tak terkendali.

Kisah pasukan Kostrad kepung rumah Presiden BJ Habibie dan Istana Negara saat Prabowo Subianto dicopot dari jabatan Pangkostrad pada Mei 1998.
Kisah pasukan Kostrad kepung rumah Presiden BJ Habibie dan Istana Negara saat Prabowo Subianto dicopot dari jabatan Pangkostrad pada Mei 1998. (Foto Kita Grid)

Diketahui, setelah menyatakan mundur, Soeharto kemudian menyerahkan jabatan presiden kepada Wakil Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.

Tapi bukan berarti transisi kekuasaan itu berjalan mulus.

Sejumlah rintangan dihadapi Habibie pada awal pemerintahan,

termasuk pada 22 Mei 1998 ketika kediaman Habibie dan Istana Kepresidenan "dikepung" pasukan bersenjata tanpa sepengetahuan Panglima ABRI saat itu, Jenderal TNI Wiranto.

Hal ini diungkap BJ Habibie dalam buku Detik-detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006).

Kisah ini bermula saat Pangab Wiranto melaporkan kondisi lapangan, sehari setelah Habibie dilantik pada 22 Mei 1998, sekitar pukul 09.00 WIB.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved