Breaking News:

Kajati Sulut dan Tim Kelilingi Stadion Duasudara Bitung

Setelah tim Kajati Sulut melakukan pengukuran, di tindak lanjuti dengan pemanggilan kembali pihak eksekutif dan legislatif kota Bitung.

Tribun manado / Christian Wayongkere
Tim dari Kejati Sulut dan Badan Pertanahan Nasional Kota Bitung melakukan pengukuran lahan stadion Duasudara Manembo-Nembo Bitung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melanjutkan pemeriksaan kasus lahan Stadion Duasudara, di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah Kecamatan Matuari Kota Bitung.

Setelah memanggil para saksi sejarah, keluarga bekas pemilik lahan dan pemerintah Kota Bitung, Kajati Sulut lewat tim mendatangi lokasi stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bitung, Jumat (21/5/2021) sore.

Nampak dua orang tim dari Kejati Sulut dan petugas ukur dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bitung, melakukan pengukuran titik-titik yang ada di luar stadion.

Terpantau sebelum melakukan pengukuran, tim dari Kajati Sulut bertemu dengan para pelaku sejarah, keluarga bekas pemilik lahan dan Audy Pangemanan Sekda Kota Bitung.

Mereka, terlibat bercakapan serius di tribun stadion Duasudara Manembo-Nembo.

Kemudian memulai pengukuran menggunakan alat yang terkoneksi dengan satelit, di depan gedung SKB Manembo-Nembo samping Sport and Convention Hall.

Lalu tim dari Kajati dan BPN Bitung, mengelilingi lahan luar stadion.  "Ada 14 titik yang diukur untuk ikatan. Dari rencana sembilan titik," jelas percakapan antara tim Kejati Sulut dan petugas pengukur dari BPN Bitung.

Menurut Ramoy Markus Luntungan, satu di antara saksi sejarah pembayaran lahan stadion Duasudara dari pemerintah Kota Bitung yang waktu itu masih Kota Administratif.

Setelah tim Kajati Sulut melakukan pengukuran, di tindak lanjuti dengan pemanggilan kembali pihak eksekutif dan legislatif kota Bitung.

"Kami meminta Kajati Bitung pangil pihak DPRD dalam hal ini badan anggaran dan pemerintah Kota Bitung. Untuk memeriksa risalah rapat, apakah ada menyebut pembayaran termin pertama lahan Stadion Duasudara senilai Rp 5 miliar. Harus di periksa nomenklaturnya, kalau tidak ada risalah rapat kemudian sudah dilakukan pembayaran berarti itu salah dan harus di penjara pelakunya demi kebenaran," tegas Ramoy Markus Luntungan.

Ramoy Luntungan, tahu persis sejaharan pembayaran lahan stadion Duasudara di Manembo-Nembo.

Karena waktu itu mantan Bupati Minsel menjabat camat Bitung Tengah, diberi tugas walikota mencari lahan untuk dibangun saran dan fasilitas olahraga.

Kemudian RML, mendapati para pemilik lahan yang masih ada hubungan saudara dengannya. Sehingga proses pembelian dan pembayaran bisa terjadi.

"Saat ini masih ada mereka yang menjual lahan itu untuk pemerintah, ada Oma Pateh dan Pdt Ria Luntungan. Tahu persis lahan itu sudah dibayar oleh pemerintah waktu itu, namun kenapa ada terjad pembayaran lagi dengan nilai Rp 5 miliar di termin pertama dan rencana pembayaran termin kedua Rp 5 miliar dari Pemkot Bitung," tandasnya.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved