Breaking News:

Bupati Berharap Pembangunan Gereja GMIM Talitakum Segera Rampung

Pemasangan itu diawali dengan ibadah syukur yang digelar di bagian depan GMIM Talitakum

Istimewa.
Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar dan Wakil Bupati Petra Yani Rembang hadir dalam ibadah syukur pemasaangan simbol Salib dan logo GMIM. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Simbol Salib dan logo GMIM akan segera dipasang di menara Gereja GMIM Talitakum, Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara.

Pemasangan itu diawali dengan ibadah syukur yang digelar di bagian depan GMIM Talitakum, Jumat (21/5/2021).

Hadir dalam ibadah syukur pemasaangan simbol Salib dan logo GMIM itu, Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar dan Wakil Bupati Petra Yani Rembang.

Dalam ibadah syukur itu, Wakil Bupati Minsel, Petra Rembang, dipercayakan sebagai Khadim. Pasalnya, Petra Rembang adalah salah satu petinggi Sinode GMIM.

Franky Wongkar dalam kegiatan itu mengatakan, pemasangan simbol Salib dan logo GMIM itu adalah bagian dari kelanjutan pembangunan tempat ibadah GMIM Talitakum.

"Dengan akan dipasangnya simbol Salib dan logo GMIM ini, akan semakin memperindah tempat ibadah di sini," kata Franky Wongkar, yang juga adalah Ketua Panitia Pembangunan GMIM Talitakum Pondang.

Dia berharap pembangunan rumah ibadah jemaat GMIM Talitakum Pondang akan segera selesai.

"Kita akan berusaha bersama-sama untuk menyelesaikan pembangunan rumah Tuhan ini, agar jemaat GMIM Talitakum sudah bisa memiliki tempat ibadah yang representatif," imbuhnya.

Dia juga mengharapkan dukungan doa dan dana dari seluruh jemaat dalam menyelesaikan pembangunan tempat ibadah GMIM Talitakum.

"Dukungan doa dan dana sangat kita butuhkan untuk menyelesaikan tempat ibadah ini," ujarnya.

Ibadah syukur pemasangan simbol Salib dan logo GMIM ini dihadiri oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Talitakum.

Sejumlah pelayan khusus GMIM Talitakum serta beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Minsel, juga ikut menghadiri ibadah syukur ini.

Dalam ibadah ini, pihak gereja memberlakukan protokol kesehatan. Semua peserta ibadah syukur diwajibkan untuk mencuci tangan dan memakai masker.

Tidak hanya itu, pengaturan tempat duduk diatur berjauhan. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontak tubuh di lokasi tersebut. (*)

Penulis: Rul Mantik
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved