Coppa Italia
Gianluigi Buffon Dapat Kado Perpisahan Termanis, Juventus Juara Coppa Italia
Kemenangan Juventus atas Atalanta memberikan perpisahan yang manis bagi Gianluigi Buffon.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Juventus berhasil mengalahkan Atalanta pada Final Coppa Italia.
Kemenangan Bianconeri memberikan kado perpisahan yang manis bagi Gianluigi Buffon.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Mapei, Kamis (20/5/2021) tersebut tim asuhan Andrea Pirlo berhasil mengandaskan La Dea dengan skor 2-1.
Baca juga: Juventus Juara Coppa Italia, Raih Gelar ke-14 Usai Kalahkan Atalanta
Baca juga: Gadis Ini Mengira Pacarnya Meninggal 7 Tahun Lalu, Kaget Lihat Kekasihnya Muncul Bersama Pria
Gol kemenangan Si Nyonya Tua masing-masing dilesakkan oleh Federico Chiesa dan Dejan Kulusevski.
Sedangkan Atalanta sempat menciptakan satu gol melalui Ruslan Malinovski.
Raihan trofi Coppa Italia ini menjadi torehan gelar kedua bagi Juventus di bawah kendali Andrea Pirlo.
Sebelumnya, Bianconeri juga sukses meraih trofi Piala Super Italia.
Setidaknya, di musim ini klub sekota Torino itu mendapatkan gelar ganda guna mengobati kekecewaan mereka yang gagal mempertahankan Scudetto Liga Italia.
Di sisi lain, kemenangan atas La Dea juga menjadi kado manis bagi seorang Gianluigi Buffon.
Musim ini menjadi kebersamaan terakhir sang penjaga gawang 'berbaju perang' Juventus.
Beberapa waktu yang lalu ia sudah mengumumkan tak akan memperpanjang status kontraknya di Juventus.
Walhasil, Buffon dipastikan hengkang dari Kota Turin selepas kompetisi 2020/2021 berakhir.
Tentu saja, sang kiper kawakan ini tak ingin menutup jalinan kasihnya dengan Juventus dengan pilu.
Akhirnya ia sukses membantu Bianconeri meraih trofi Coppa Italia. Di mana titel juara Coppa Italia tersebut menjadi yang ke-14 bagi Juventus.
Setidaknya bagi Buffon, gelar Coppa Italia menjadi kali keenam ia rasakan sebagai pemain.
Dilansir dari laman twitter Opta, lima gelar Coppa Italia Buffon rasakan ketika membela panji Juventus.
Sedangkan satu trofi lainnya kala ia masih berbalutkan seragam Parma.
Di sisi lain, kemenangan Juventus atas La Dea seakan menutup aib mereka yang tak pernah menang atas klub asal Bergamo sepanjang musim ini.
Tercatat dari dua pertemuan di ajang Liga Italia, La Dea belum terkalahkan kala bentrok dengan Ronaldo dkk.
Rinciannya Duvan Zapata cs mengemas satu kali imbang dan sekali kemenangan.
Namun dini hari tadi, Juventus menjaga wajah mereka untuk tidak lagi kalah ketiga kalinya dalam semusim kontra Inter KW.
Ulasan Pertandingan
Awal babak pertama Atalanta tampil percaya diri dengan menekan pertahanan Juventus yang digalang oleh duet Chiellini bersama de Ligt.
Percobaan serangan Atalanta dimulai dari pergerakan Duvan Zapata yang menyisir posisi sayap kiri Juventus.
Duvan Zapata sanggup merangsek ke dalam kotak penalti Juventus dan mengakhirinya dengan operan mendatar.
Operan Zapata berhasil disambut oleh Jose Polimono yang meneruskannya dengan tendangan mengarah ke gawang.
Sayangnya tendangan Polimono masih bisa diselamatkan Gianluigi Buffon dengan salah satu kakinya.
Ancaman Atalanta di awal laga ini seakan menjadi alarm bagi pertahanan Juventus agar bisa lebih waspada.
Memasuki menit kesepuluh, Juventus mencoba memainkan operan satu dua untuk menembus pertahanan Atalanta.
Peluang emas Juventus didapatkan melalui tendangan bebas pada menit 16 di dekat kotak penalti setelah Cristiano Ronaldo dihimpit dua pemain bertahan lawan.
Cristiano Ronaldo yang melaju sebagai eksekutor tendangan bebas tendangan bolanya gagal melewati pagar betis para pemain Atalanta.
Gagalnya bola melewati pagar betis maka peluang tendangan bebas Juventus hanya terbuang sia-sia.
Dua menit berselang, Atalanta kembali mengandalkan kecepatan Zapata untuk menembus rapatnya pertahanan Juventus.
Zapata berhasil unggul kecepatan dari de Ligt, namun gagal melewati Buffon yang maju untuk menutup penetrasinya di dalam kotak penalti.
Mulai menit 20 pertahanan Juventus terus mendapat gempuran dari serangan yang dilakukan sang lawan.
Atalanta hampir saja membuka gol di laga ini melalui usaha percobaan yang dilakukan Remo Freuler dari dalam kotak penalti.
Sayangnya bola hasil tendangan Freuler masih melebar dari sisi kiri gawang Buffon.
Pengadil lapangan memberikan kartu kuning pertama dalam laga ini kepada bek senior Juventus, Giorgio Chiellini pada menit 27.
Pelanggaran keras Chiellini pun menghasilkan tendangan bebas untuk Atalanta di dekat kotak penalti Juventus.
Ruskan Malinovsky yang mengambil tendangan bebas juga tidak mengarah tepat sasaran dan hanya melebar jauh ke kanan.
Juventus yang terus mendapat serangan berhasil membuat kejutan dengan menciptakan gol pembuka melalui Dejan Kulusevski di menit 31.
Kulusevski mendapat bola rebound setelah terjatuhnya Ronaldo di dalam kotak penalti.
Ia pun tak menunggu lama untuk membuat keputusan menendangan dengan kaki kirinya yang berhasil melengkung masuk ke gawang Atalanta.
Gol Kulusevski membuat Juventus unggul 0-1 atas Atalanta.
Penyerang Atalanta Malinovsky menjadi pemain kedua di laga ini yang mendapat kartu kuning dari wasit.
Kemudian disusul rekan duet Chiellini yakni de Ligt yang juga mendapat kartu kuning.
Penghujung babak pertama, Juventus dikejutkan dengan lahirnya gol penyama kedudukan yang dicetak Ruslan Malinovsky pada menit 41.
Gol Malinovsky pun mengakhiri babak pertama dengan skor imbang 1-1.
Selepas turun minum, Juventus nyaris berbalik unggul pada menit ke-60 andai sepakan Federico Chiesa dari kotak penalti Atalanta tak menerpa mistar.
Juventus akhirnya kembali unggul pada menit ke-73 melalui gol Federico Chiesa.
Menrima umpan terobosan dari Dejan Kulusevski, Chiesa melakukan penetrasi ke kotak penalti dan melakukan finishing dengan kaki kirinya.
Gol Chiesa pun menjadi akhir di babak kedua yang memastikan Juventus meraih gelar Coppa Italia setelah mengalahkan Atalanta dengan skor 1-2.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul HASIL Final Coppa Italia - Keberhasilan Juventus Libas Atalanta Jadi Kado Manis Perpisahan Buffon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/juventus-juara-coppa-italia-235.jpg)