Berita Bolsel

Disparbud dan Masata Sidak Penerapan Prokes di Tempat Wisata Bolsel

Pemkab melalui Disparbud turun lapangan meninjau kelayakan seluruh tempat wisata yang ada pada.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Nielton Durado
Tim Disparbud dan Masata Bolsel ketika turun memantau Prokes di tempat-tempat wisata. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Mengantisipasi lonjakan pewisata di hari raya ketupat yang jatuh pada, Kamis (20/05/2021), dan untuk memastikan seluruh tempat wisata di Kabupaten Bolsel menerapkan protokol kesehatan (Protkes) Covid-19.

Maka Pemkab melalui Disparbud turun lapangan meninjau kelayakan seluruh tempat wisata yang ada pada.

Dalam monitoring ini Disparbud Bolsel turut mengandeng komunitas Masyarakat Sadar Wisata (Masata) dengan tujuan utama untuk memastikan efisiensi penerapan Prokes Covid19 di destinasi wisata.

Dan juga mengecek langsung keadaan eksisting destinasi pasca Hari Raya.

“Jadi, meskipun tempat wisata tetap dibuka, tapi kita tetap tegaskan penerapan Protkes Covid-19," ujar Kadis Disparbud Bolsel Wahyudin Kadullah. 

Jadi bagi pewisata yang tidak pakai masker oleh pengelola wisata diminta untuk tidak mengijinkan mereka masuk. 

"Kita tidak inginkan ada cluster baru, sehingga harus kita jaga sama-sama,” tegas Kadullah. 

Senada dengan Kepala Disparbud Bolsel, Ketua Masata Bolsel Juanda Dotundugon mengatakan, penerapan prokes ini adalah hal yang sangat krusial.

Sehingga tidak ada tawar menawar dalam pelaksanaannya.

”Jadi, kepada seluruh pengelola destinasi wisata, kami himbau untuk tidak ‘lombo’ dalam penerapan protkes covid19," kata dia. 

"Karena sanksi terberat dari ketidakpatuhannya, adalah bisa2 destinasinya ditutup (pencabutan izin usaha)," pintanya.

Hal tersebut berdasarkan adanya Perda Sulut tentang protkes Covid-19 yang baru-baru ini telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut.

“Perda soal penerapan Protkes ini sudah ada, jagan sampai kita kena sanksinya karena lalai,” ujarnya.

Selain penerapan Prokes Covid19, Tim Disparbud dan Masata juga menghimbau kepada para pengelola Destinasi wisata, untuk melarang adanya jumlah kerumunan yang signifikan dalam satu tempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved