Breaking News:

Konflik Israel Palestina

Joe Biden Jual Senjata ke Israel, Erdogan: Palestina Banjir Darah, Ratusan Ribu Orang Mati Syahid

Kritikan pedas Erdogan terhadap Joe Biden merupakan salah satu serangan terkuatnya terhadap presiden AS sejak Biden menjabat pada bulan Januari lalu

Editor: Finneke Wolajan
reuters
Presiden Turkit Tayyip Erdogan 

"Kamu memaksa kami untuk mengatakan ini. Karena kami tidak bisa diam lagi tentang ini," tegas Erdogan

Pemerintahan Biden pada hari Senin menyetujui potensi penjualan USD 735 juta (Rp 10,5 Triliun) senjata berpemandu presisi ke Israel, menurut sumber kongres.

"Hari ini, kami melihat tanda tangan Biden pada penjualan senjata ke Israel," kata Erdogan. 

"Wilayah Palestina dibanjiri dengan penganiayaan, penderitaan dan darah, seperti banyak wilayah lain yang kehilangan kedamaian dengan berakhirnya Ottoman," tambahnya.

Israel mengirim beberapa serangan udara ke Gaza pada hari Senin, sementara militan Palestina meluncurkan roket ke kota-kota Israel.

Kritikus dari semua pihak, termasuk Biden, telah menyerukan gencatan senjata dalam konflik tersebut, yang telah merenggut nyawa lebih dari 200 warga Palestina dan 10 warga Israel.


Serangan Israel ke Palestina (Anadolu Agency)

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Joe Biden menyetujui potensi penjualan senjata berpemandu presisi ke Israel dengan nilai USD 735 juta atau Rp 10,5 Triliun.

Hal itu disampaikan oleh sumber-sumber kongres yang mengatakan pada hari Senin (17/5/2021).

Sumber itu mengatakan bahwa anggota parlemen AS diperkirakan tidak akan keberatan dengan kesepakatan tersebut, meskipun konflik tengah terjadi antara Israel dan Hamas Palestina.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved