Breaking News:

Berita Minahasa

Adu Mulut Terjadi di Desa Sea Minahasa, Patok Batas Hutan Mata Air Dicabut & Pondok Dirobohkan

Adu mulut antar warga tak terhindarkan. Patok batas Hutan Mata Air Kolongan dicabut dan sebuah pondok dirobohkan.

tribunmanado.co.id/Lefrando Andre Gosal
Konflik yang terjadi di Desa Sea karena pembangunan perumahan oleh PT. Bangun Minanga Lestari (BML). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado Konflik yang terjadi di Desa Sea karena pembangunan perumahan oleh PT. Bangun Minanga Lestari (BML) kembali memanas.

Adu mulut antar warga tak terhindarkan. Patok batas Hutan Mata Air Kolongan dicabut dan sebuah pondok dirobohkan.

Padahal, disaat yang sama, Rabu (19/05), warga Desa Sea diundang untuk berdialog dengan Pemerintah Kabupaten di Kantor Bupati Minahasa.

“Kami kembali kecewa, sikap arogan PT BML muncul lagi. Dengan membongkar paksa Hutan Mata Air Kolongan, merusak batas hutan dan beberapa pohon penghijauan,” ucap warga Sea, James Elkana Giroth.

Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian untuk mengamankan situasi tidak sepenuhnya terjadi.

Bahkan Surat Perintah yang ditunjukan ke warga tertera tahun 2020. Dan warga kecewa, aparat kepolisian tidak melakukan tindakan apa-apa ketika patok-patok dicabut dan pondok dirobohkan.

“PT BML menyewa masyarakat yang jauh dari lokasi hutan untuk bekerja harian. Serta membawa kepolisian yang membawa surat perintah tapi anehnya surat perintahnya tahun 2020,” terangnya.

Buntut dari kejadian tersebut, pertemuan dengan pemkab Minahasa di tunda.

Warga yang hendak melaksanakan pertemuan dengan Pemkab Minahasa langsung kembali ke lokasi hutan Mata Air Kolongan.

Warga menilai pembangunan Perumahan Lestari 5 oleh PT BML (Bangun Minanga Lestari) tidak murni investasi yang bertanggung jawab dan dinilai merusak lingkungan.

Halaman
1234
Penulis: Lefrando Andre Gosal
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved