Breaking News:

Perampokan

Yang Terjadi Saat Perampok Masuk ke Rumah Pasutri di Musi, Paksa Lakukan Ini Kepada Istri Korban

Ini yang terjadi saat perampok berhasil masuk dan mengikat pasangan suami istri tersebut. Perampok sempat memaksa istri korban melakukan hal-hal ini.

Ilustrasi perampokan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi menjelaskan bagaimana perampok melakukan aksinya di satu rumah pasangan suami istri di Sumatera Selatan.

Ini yang terjadi saat perampok berhasil masuk dan mengikat pasangan suami istri tersebut. 

Perampok sempat memaksa istri korban melakukan hal-hal ini. 

Kronologi Pasutri di Banyuasin Dirampok lalu Disekap di Rumah, Pelaku juga Rudapaksa Istri Korban

Kompas.com/Istimewa
Polres Musi Banyuasin menggelar konferensi pers terkait perampokan disertai pemerkosaan yang menimpa pasangan suami istri inisial GS dan AS, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Tetap Ingat Allah SWT dengan Berzikir, Baca Zikir Singkat, Lebur Dosa Meski Seperti Buih di Lautan

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Info BMKG Banyak Daerah Potensi Hujan Lebat Besok Selasa (18/5/21)

Baca juga: Bupati Elly Engelbert Lasut Pimpin Rapat Bahas Recofusing Anggaran Kabupaten Talaud

Lokasi kejadian tepatnya di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan

Korban adalah suami istri berinisial GS dan AS. Mereka adalah warga Kecamatan Babat Supat.

Pasutri ini menjadi korban perampokanpada Selasa (11/5/2021) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Muba AKP Ali Rojikin mengatakan, kejadian berawal saat pelaku berinisial AR (41), masuk ke rumah korban dengan cara memanjat jendela rumah korban dengan menggunakan tangga.

Saat itu, kedua korban tengah tertidur pulas. Kemudian pelaku membangunkan mereka sambil menodongkan senjata tajam ke arah pasutri tersebut.

Setelah itu, lanjut Ali, pelaku mengikat kedua korban dengan menggunakan handuk.

"Pelaku meminta kedua korban untuk diam sembari ditodong pisau.

Ilustrasi pelecehan seksual

Baca juga: Ariel Tatum Bahas Gangguan Kesehatan Mental, Akui Sempat Vakum 2 Tahun karena Proses Pemulihan

Baca juga: Kapolres Talaud Apresiasi Kesadaran Masyarakat Talaud dalam Penerapan Protokol Kesehatan

Kemudian kedua korban ini tangan dan kakinya diikat dengan handuk," kata Ali saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu, (16/5/2021).

Perkosa istri korban

Masih kata Ali, setelah mengikat korban, pelaku lantas memerkosa AS.

Perbuatan itu dilakukan AR saat suami AS dalam posisi terikat.

Tak hanya itu, usai memerkosa korban, pelaku juga meminta ponsel miliknya, setelah itu langsung kabur.

"Korban diperkosa pelaku satu kali, setelah itu ia meminta korban memberikan satu unit handphone miliknya," ujarnya.

Pelaku ditangkap

Setelah pelaku kabur, korban kemudian berteriak meminta tolong kepada warga.

Warga yang mendengar teriakan tersebut lantas ke rumah korban dan menolong mereka.

Tak terima dengan kejadian yang dialaminya, pasutri ini lantas melapor ke polisi.

Polisi yang mendapat laporan dari korban langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga pelaku berhasil ditangkap di persembunyiannya di Kecamatan Babat Supat.

"Dari tersangka kami dapatkan barang bukti berupa handphone korban," ungkapnya.

Setelah dilakukan serangkain pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan AR sebagai tersangka.

Saat ini, tersangka sudah mendekam di sel tahanan sementara Mapolres Muba.

Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan pasal berlapis, yakni Pasal 289 KUHP tentang asusila dan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman sembilan tahun penjara. 

(Penulis Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor Dheri Agriesta)

Berita Lainnya Terkait Perampokan

Artikel ini telah tayang di:

Kompas.com 

https://regional.kompas.com/read/2021/05/17/065843978/kronologi-pasutri-di-muba-disekap-perampok-perkosa-istri-korban-pelaku?page=all

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved