Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab Senin 17 Mei 2021, Ibrani 1:6 : Sembahlah Yesus, Dialah Tuhan
Penulis kitab Ibrani tegas mengingatkan dan meluruskan bahwa hal itu tidak benar. Sebab yang benar adalah, Yesus adalah Tuhan Sejati
TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski Injil menyebar cukup luas bahkan masif di kalangan jemaat mula-mula, namun tantangan dan ajaran-ajaran sesat masih banyak menggoda dan mengganggu orang percaya.
Sebab masih ada orang-orang lain saat itu yang menyembah berhala dan menganggap malaikat sebagai tuhan.
Sehingga Tuhan Yesus disamakan dengan para malaikat.
Penulis kitab Ibrani tegas mengingatkan dan meluruskan bahwa hal itu tidak benar. Sebab yang benar adalah, Yesus adalah Tuhan Sejati, malaikat jauh di bawah-Nya.
Apalagi kelahiran dan Ketuhanan Yesus sudah dinubuatkan oleh para nabi sejak ratusan bahkan ribuan tahun sebelumnya.
Justeru segala malaikat dan segala makhluk yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, di manapun dan kapanpun, harus datang menyembah Dia.
Sebab Dialah Satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dunia. Yesus sebagai Anak Sulung Allah adalah Putra Mahkota Kerajaan Allah, untuk selamanya. Bahkan dari selamanya sampai selama-lamanya.
Tidak ada yang boleh disembah selain Dia, Yesus Tuhan, Anak Allah Yang Mahatinggi. Segala hormat, pujian dan sembah patut diberikan hanya kepada-Nya saja.
Sebab Dia, pencipta, pemilik, pengendali dan pengatur segala-galanya. Dialah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir.
Segala-galanya tanpa Dia adalah hampa dan tidak pernah ada. Maka sembahlah Dia. Bukan malaikat atau kekuatan-kekuatan lainnya.
Demikian firman Tuhan hari ini. Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (ayat 6)
Situasi dan kondisi jemaat ketika itu, sangat terganggu oleh ajaran-ajaran sesat itu.
Banyak juga yang terganggu kepercayaannya karena kondisi masyarakat yang terseret dan terpengaruh oleh situasi dan kondisi aat itu.
Banyak masyarakat yang ikut-ikutan dengan perilaku sesat itu.
Akibatnya, banyak orang ikut arus dan tersesat dalam penyembahan berhala dan juga percaya bahwa malaikat adalah tuhan. Maka lahirlah "tuhan semu" karena pengaruh lingkungan saat itu.
Inilah yang membuat penulis kitab Ibrani menegaskan kembali tentang kebenaran bahwa Yesus adalah Tuhan, dan malaikat adalah suruhan-Nya yang harus datang menyembah Dia.
Demikian juga berhala adalah kehampaan. Karena itu, jangan menyembah tuhan yang hampa dan allah (berhala) yang tiada berdaya.
Sahabat Kristus, situasi jemaat sebagaimana menjadi alamat surat Ibrani, sebenarnya memiliki kemiripan dengan kita. Namun berbeda situasi dan kondisinya, baik karena zamannya maupun konteksnya.
Di zaman now, mungkin saja masih ada yang menyembah berhala. Kalau salah satunya adalah kita, malulah! Setidaknya malulah pada diri sendiri! "Hari-hari gini masih menyembah berhala? Apa kata dunia?" kata iklan.
Rasanya kita mundur sangat jauh ke belakang, ratusan tahun lalu, dan kembali hidup di zaman "alifuru" yang belum mengenal Tuhan.
Bahkan mereka masih lebih baik karena mereka mengenal dan menyembah Opo Empong, Amang Kasuruan dan sebutan lainnya.
Mirisnya lagi, ada yang tidak menyembah berhala tapi menciptakan "tuhan modern" atau "tuhan masa kini." Antara lain, lebih mengutamakan atau mementingkan dan mengandalkan manusia, kekayaan/uang, jabatan, pekerjaan, teknologi bahkan secara khusus Medsos.
Kita lupa dan mengabaikan Tuhan karena takut kehilangan jabatan. Bahkan ada yang lebih "menyembah" orang daripada Tuhan, demi jabatan, pekerjaan, harta, kekayaan.
Banyak orang dikuasai mamon, gila jabatan, gila hormat, bahkan maunya "disembah-sembah" oleh orang lain. Manusia telah "merampas" hak Tuhan. Inilah antara lain bentuk berhala dalam kekinian.
Sebagai keluarga dan umat Kristen, waspadalah. Kendalikanlah diri kita. Kembalilah kepada jati diri kita sebagai orang Kristen yang benar. Hiduplah benar. Sembahkah Tuhan Yesus.
Dialah Tuhan satu-satunya kita. Tiada yang lain. Sembahlah Dia, puji, muliakan dan agungkanlah Tuhan kita Yesus Kristus, sekarang dan sampai selamanya.
Sebab, kita hanya bisaa hidup, menikmati ini dan itu, melakukan segala sesuatu, dapat bernafas, bekerja dan beraktifitas, hanya karena belas kasihan-Nya semata.
Dialah pencipta dan pemilik serta pengatur hidup kita. Dialah Sumber segala sumber kehidupan umat manusia.
Malaikat jauh di bawah kekuasaan-Nya. Karena malaikat hanyalah pesuruh-Nya. Berhala adalah kesia-siaan dan kebodohan. Maka carilah Tuhan Yang Hidup, Yesus Kristus.
Sembahlah Dia dan hiduplah dalam kekudusan sesuai firman-Nya. Niscaya kita dan keluarga diberkati dan dipakai-Nya lebih heran menjadi berkat bagi banyak orang dan menjadi kemuliaan bagi nama-Nya yang agung dan mulia. Amin
Doa: Tuhan Yesus, Engkaulah Tuhan dan Juruselamat kami. Hanya Engkaulah yang layak kami sembah, muliakan dan agungkan. Terpujilah nama-Mu kekal selamanya. Amin. (Jackried Maluenseng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/yesus-kristus-788uuju.jpg)