Breaking News:

Trilogi Pembangunan Jemaat

Bacaan Alkitab: Ibrani 1:5-14 - “Tongkat Kerajaan Tuhan adalah Tongkat Kebenaran ”

Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

MTPJ 16 – 22 Mei 2021
TEMA BULANAN : “Ketaatan Melaksanakan Kehendak Allah adalah Wujud Kedewasaan Iman ”
TEMA MINGGUAN: “Tongkat Kerajaan Tuhan adalah Tongkat Kebenaran ”
Bacaan Alkitab: Ibrani 1:5-14

ALASAN PEMILIHAN TEMA

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di muka bumi ini. Dalam tanggung jawab bersama sebagai satu persekutuan, kita harus mencerminkan sikap hidup yang berpola pada kerajaan Allah yaitu: menyuarakan keadilan, kebenaran, damai sejahtera dalam kehidupan bersama sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Ilustrasi renungan
Ilustrasi renungan (internet)

Orang percaya dipanggil untuk bersekutu, bersaksi dan melayani. Kerajaan Allah yang telah diteladankan oleh Yesus, menjadi pokok acuan hidup orang percaya, tetapi juga pokok kebenaran pengajaran iman gereja. Tantangan kita sekarang ini adalah adanya orang-orang yang mencari kekuasaan untuk kepuasaan nafsu mereka.

Sekali pun demikian masih banyak orang yang siap melayani menjadi seorang pemimpin berdasarkan teladan Yesus Kristus untuk kesejateraan dan kemakmuran. Tongkat menurut KBBI yang berarti sepotong bambu/rotan, kayu agak panjang untuk menopang dan menyokong. Dalam pembahasan ini kita akan memahami apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang yang dipercayakan menjadi seorang pemimpin (memegang kekuasaan) yang berpola pada kepemimpinan yang berkarakter Kristus sehingga akan melahirkan kesejahteraan dan kemakmuran. Berdasarkan pemikiran di atas, maka dipilihlah tema “Tongkat Kerajaan Tuhan adalah Tongkat Kebenaran”.

PEMBAHASAN TEMATIS
 Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Surat Ibrani ditulis untuk sekelompok orang yang sudah lama masuk Kristen, dalam masa hidup generasi Kristen yang kedua atau ketiga ( Ibr. 2:1-4; 5:12;10:32). Sidang pembaca Ibrani adalah orang-orang Kristen keturunan Yahudi yang dibedakan dari orang Yunani.

Walaupun di antara mereka ada orang-orang Kristen keturunan Yahudi yang tetap setia pada tradisi dan kebudayaan Yahudi tetapi juga ada orang Kristen Yahudi Helenis, yang sudah berbaur dengan kebudayaan Yunani. Komunitas ini menunjuk pada orang Kristen Yahudi di Roma, yang berusaha meloloskan diri dari akibat-akibat yang timbul bila diketahui mereka Kristen dimana mereka ikut serta dalam upacara-upacara Yahudi.

Membaca perikop Ibrani 1:5-14 tidak lepas dari perikop sebelumnya Ibrani 1:1-4, menceritakan tentang Allah yang berbicara kepada nenek moyang dengan perantara para Nabi, dan bagaimana Allah berbicara kepada manusia dengan perantaran Anak-Nya.Ayat 5, dikutip dari 2 ayat Perjanjian Lama: Mazmur 2:7 “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Ku peranakkan pada hari ini”.

2 Samuel 7:4 “Aku akan menjadi Bapa-Nya dan Ia akan menjadi Anak-Ku”.Ayat ini menunjuk pada Yesus Kristus Sang Putra-Nya. Pada bagian ini penulis hendak menjelaskan kepada para pembaca Ibrani bahwa sesungguhnya Yesus Kristus Anak Allah lebih tinggi dari pada malaikat (Yunani: Anggelos artinya utusan, dilukiskan sebagai pembawa pesan dari Allah kepada manusia), dan memang ada pemahaman dari pembaca Ibrani bahwa malaikat menempati tempat yang sangat penting, bahkan setelah zaman pembuangan para malaikat dianggap sebagai makhluk supranatural. Penulis hendak menjelaskan bahwa pemahaman mereka tentangmalaikat lebih tinggi dari Yesus adalah keliru. Ayat 6-7 dijelaskan bahwa pernyataan Allah di dunia ini adalah “dengan membawa Anak-Nya yang sulung” dan Ia berkata lagi “semua malaikat harus menyembah Dia”.

Mengapa Yesus dikatakan sebagai Anak Sulung? Karena dalam dunia kuno anak sulung laki-laki mendapatkan tempat dan harta warisan yang istimewa maka malaikat harus menyembah Kristus. Ayat 8-9 dijelaskan bahwa ciri kepemimpinan Anak Sulung/Kristus akan bertakhta untuk seterusnya dan selamanya. Takhta pemerintahan-Nya tidak akan punah dipengaruhi oleh waktu, di bumi kekuasaan-Nya kekal dan abadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved