Breaking News:

Gosip Artis

Via Vallen Terpaksa Berbohong ke Tentara Israel, Ngaku ke Jerusalem Tapi Muncul di Palestina

Kebohongan yang dilakukan Via Vallen yaitu tujuan ke Palestina namun mengatakan akan ke Jerusalem

Editor: Indry Panigoro
tribunnews
Via Valen 

Mengingat pengalaman mencekam itu pun membuat Via Vallen tak kuasa menahan doanya untuk para warga Palestina.

Ia berharap agar penderitaan mereka segera berakhir.

"Ini aku yang cuma beberapa hari ngerasain suasana mencekam itu, apalagi mereka yang puluhan tahun.

Ya Allah, segera akhiri penderitaan merekaaa #freepalestine #palestine #palestina," tutup Via Vallen.

Ternyata, banyak warganet yang setuju dengan doa yang ada di dalam unggahan Via Vallen itu.

Mereka berharap agar peperangan itu segera berakhir dan tak lagi memakan banyak korban.

Unggahan Via Vallen itu juga merupakan ungkapan rasa prihatinnya atas kondisi perang antara Palestina dan Israel yang tak kunjung usai dan semakin memanas.

Karma Nyata Israel? Dibombardir Roket Hamas, Pecah Perang Saudara di Israel, PM Netanyahu Stres!

Sementara itu, Perdana Menteri Israel dikabarkan pusing menghadapi 2 tekanan sekaligus, yakni dibombardir roket Hamas dan pecah perang saudara di Israel sendiri.  

Israel yang tengah disibukkan oleh serangan Hamas dari Jalur Gaza dan bentrokan di kompleks Masjdi Al-Aqsa, kini harus membagi perhatiannya untuk kota Lod.

Ya, kini Israel tak hanya berhadapan dengan rakyat Palestina yang selama ini ditindasnya, tapi juga harus menghadapi warganya sendiri.

Kota Lod kini telah menjadi pusat dari perang saudara di Israel di mana terjadi bentrokan antara massa dan polisi.

Perang saudara ini sendiri dipicu ketika ribuan orang berduka di Kota Lod setelah seorang pria Arab diduga ditembak oleh seorang Yahudi.

Pertempuran yang terjadi di Lod ini sendiri pada akhirnya mengingatkan tentang tragedi yang jauh lebih mematikan di kota tersebut lebih dari setengah abad silam.

Peristiwa tersebut terjadi pada 30 Mei 1972, tepatnya di bandara internasional Lod (yang kini diberi nama bandara Ben Gurion), Tal Aviv, Israel.

Serangan tersebut dianggap sangat langka dan sungguh sulit dipercaya tak hanya oleh warga Israel, tapi juga hampir seluruh dunia.

Sebab, kewarganegaraan dari para penyerang dianggap mustahil terjadi jika merujuk pada alasan serangan mereka.

Ya, dengan penyebab serangan disebut karena ketidakadilan yang terjadi di Palestina, kewarganegaraan para penyerang dianggap tak lazim.

Semuanya berawal pada pukul 22.00 kala sebuah pesawat maskapai Air France yang berasal dari Roma, Italia, mendarat di bandara Lod.

Tiga orang pelaku penyerangan menginjakkan kakinya di Israel dengan menumpangi pesawat tersebut.

Selain karena kewarganegaraan, tas biola yang mereka jinjing juga turut membuat mereka dianggap sebagai penumpang biasa, tanpa menarik perhatian.

Namun semua berubah ketika ketiganya memasuki ruang tunggu dari bandara dan membuka tas biola yang mereka bawa.

Senapan serbu VZ 58 buatan Cekoslovakia tiba-tiba menyeruak dan siap memuntahkan peluru-pelurunya.

Tanpa basa-basi, ketiganya langsung menembakkan senjata mereka secara membabi buta tanpa melihat siapa yang menjadi sasaran.

Tak hanya menggunakan senapan, mereka juga turut menggunakan granat yang dilemparkan kala mereka mengisi ulang peluru senapan mereka.

Tragis, salah satu penyerang justru tewas setelah tertembak tanpa sengaja oleh salah seorang rekannya sendiri.

Satu penyerang lainnya tewas karena ledakan dari granatnya sesaat setelah dirinya menembakin penumpang yang baru turun dari pesawar El Al.

Satu penyerang yang tersisa berhasil dilumpuhkan oleh peluru panas aparat keamanan bandara, lalu kemudian diamankan saat mencoba melarikan diri.

Serangan yang menewaskan 26 orang tersebut sontak membuat Israel mencekaml.

Begitu pula dengan satu negara yang menjadi asal dari ketiga penyerang.

Negara yang dimaksud adalah Jepang.

Ya, ketiga penyerang yang berdalih memperjuangkan ketidakadilan terhadap Palestina tersebut bukan berasal dari negara Arab atau negara mayoritas Islam lain.

Publik Jepang yang terhenyak akan kabar tersebut bahkan baru bisa mempercayai kabar yang beredar kala Pejabat Kedutaan Besar mereka di Israel memberi pernyataan resmi.

Ketiga pelaku, Kozo Okamoto, Tsuyoshi Okuidara, dan Yasuyuki Yasuda merupakan anggota dari Tentara Merah Jepang (JRA).

Namun, dalam penyerangan di Israel tersebut, mereka mengaku mewakili kelompok bersenjara Palestina PFLP-EO.

Okamoto, satu-satunya pelaku penyerangan yang selamat mengaku tak memiliki dendam dengan rakyat Israel.

"Tetapi saya harus melakuannya karena itu adalah tugas saya sebagai seorang prajurit revolusi," kata Okamoto, seperti dikutip dari kompas.com.

Pengadilan militer Israel selanjutnya menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Okamoto yang kemudian dibebaskan setelah menjalani hukuman selama 13 tahun pada 1985.

Pecah perang saudara di kota Lod, Israel, saat Palestina sedang meradang karena serangan Israel (Twitter)

Roket Hamas Gempur Tel Aviv

Militan Palestina, Hamas menembakkan rentetan roket ke pusat ekonomi Israel Tel Aviv, Selasa (11/5/2021) sebagai pembalasan atas serangan Israel yang menghancurkan blok menara di Gaza.

Kedua kubu telah menembakkan tembakan terberat mereka selama beberapa tahun.

Eskalasi tajam, yang dipicu oleh kekerasan di Yerusalem, telah menewaskan sedikitnya 30 warga Palestina di Jalur Gaza yang diblokade dan tiga orang Israel, serta melukai ratusan lainnya.

"Ini baru permulaan" serangan Israel, kata Menteri Pertahanan Benny Gantz memperingatkan, seperti yang dilaporkan media CNA, Rabu (12/5/2021).

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh bersumpah, siap untuk melakukan balasan jika Israel ingin meningkatkan serangan.

"Jika Israel ingin meningkatkan, kami siap untuk itu," ujarnya.

Utusan PBB untuk Perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland, memperingatkan bahwa Israel dan Hamas sedang menuju "perang skala penuh".

Di kantong Gaza yang padat dan diblokade Israel, 10 anak dan seorang wanita termasuk di antara mereka yang tewas sejak Senin malam.

203 orang lainnya dilaporkan terluka akibat serangan udara Israel yang sedang berlangsung, banyak yang diselamatkan dari reruntuhan bangunan yang membara.

Di Israel, sirene berbunyi saat roket Hamas menghujani, dan beberapa dari mereka yang tidak dapat mencapai tempat perlindungan bawah tanah berlindung di bawah jembatan.

"Itu menakutkan," kata Haim Roy Ben Shlomo, 38, warga Ramat Gan dekat Tel Aviv, menambahkan dia telah mendengar "beberapa tembakan keras, atau ledakan, di atas kepala kami".

Seorang wanita Israel tewas ketika roket menghantam Rishon Letzion di tepi selatan kota pesisir itu, sementara di dekat Holon, rekaman AFP menunjukkan bus yang terbakar saat petugas penyelamat membersihkan puing-puing.

Tembakan roket memaksa Israel untuk menangguhkan penerbangan di bandara utamanya di Ben Gurion, dekat Tel Aviv. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com dengan judul Cerita Via Vallen Berbohong ke Tentara Israel Mau Ke Jerusalem, Padahal ke Palestina, Batin Mencekam, https://newsmaker.tribunnews.com/2021/05/14/cerita-via-vallen-berbohong-ke-tentara-israel-mau-ke-jerusalem-padahal-ke-palestina-batin-mencekam?page=all

Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved