Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran Balai Wartawan

Pengakuan Warga Lihat Kebakaran Balai Wartawan dan Rumah Makan Ria Rio Manado

Api mengamuk saat umat Muslim tengah Salat Ied Idul Fitri 1442 Hijriah dan jemaat Nasrani sedang beribadah Kenaikan Yesus ke Surga. 

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pengakuan warga yang melihat kebakaran di Jalan Sudirman, Kelurahan Lawangirung, Kota Manado, Sulut, Kamis (13/05/2021) pagi. 

Api mengamuk saat umat Muslim tengah Salat Ied Idul Fitri 1442 Hijriah dan jemaat Nasrani sedang beribadah Kenaikan Yesus ke Surga. 

Api menghanguskan empat bangunan di kompleks yang berada di depan Gedung Joeang Manado itu. 

Bangunan yang terbakar yakni Gedung Balai Wartawan Sulut, Rumah Makan Ria Rio, rumah kos di belakang rumah makan dan satu rumah lagi tempat usaha Mie Ceplok Arjuna. 

Hendra Lintong (44), saksi mata mengatakan api diduga berawal dari bangunan rumah makan Ria Rio. 

Sekuriti GMIM Sentrum Manado ini bilang, api diduga mulai menjalar sekitar pukul 06.45.


(FOTO: Kebakaran melanda Balai Wartawan Sulut dan bangunan di sekitarnya, Kamis (13/05/2021).  (Tribun Manado/Fernando Lumowa)

Saat kejadian ia tengah siaga di gereja. 

"Kita curiga dengar ledakan, astaga pas lihat ini (Ria Rio) sudah menyala. Api besar dari atas (lantai dua)," kata pria 44 tahun itu. 

Katanya, asap mengepul kencang dari atas atap rumah makan dan balai yang terbakar. 

Panik, Hendra berlari mencari bantuan dengan menghubungi petugas yang dikenalnya. 

"Tidak bisa mendekat, panas sekali," katanya 

Herry dan beberapa petugas polisi dan TNI berupaya mendobrak pintu rumah makan mie ceplok tapi usaha gagal. 

"Panas sekali tidak bisa," katanya.

Sementara itu, tatapan Darmadi (42) kosong, tubuhnya bergetar.

Pandangannya menatap ke arah puluhan petugas pemadam kebakaran, polisi dan TNI yang berupaya memadamkan api

"Ya Allah," katanya lirih. Ia lunglai menatap RM Ria Rio yang selama ini jadi tempat tinggal tengah dilahap jago merah.

Ia baru saja tiba dari selesai Salat Idul Fitri di Masjid Raya A. Yani Manado

"Habis semua. Ijazah, KTP, surat-surat," kata pria lima anak asal Pemalang, Jateng. 

Adi, sehari-hari koki di Restoran Wahaha Megamas. Ia tak pernah berpikir akan kena musibah di Lebaran. 

"Saya rencananya mau istirahat saja. Nasib, sudah gak bisa mudik. Ya mau gimana," kata pria asal Pemalang, Jateng ini. 


(FOTO: Kebakaran melanda Balai Wartawan Sulut dan bangunan di sekitarnya, Kamis (13/05/2021).  (Tribun Manado/Fernando Lumowa) (Tribun Manado/Fernando Lumowa)

Adi cerita, ia dan Raja Siharanja, helper kokinya meninggalkan RM yang juga mess karyawan itu sekitar pukul 05.00 Wita. 

"Kita sempat salat subuh baru keluar cari masjid, muter-muter juga karena biasanya di (Masjid) Firdaus," kata Raja. 

Mereka tak punya firasat. "Kita tinggal semua listrik dicabut colokannya. Tidak ada kompor juga. Kulkas hanya di lantai satu," kata Raja. 

Bangunan RM Ria Rio yang terbakar difungsikan sebagai rumah makan sekaligus mess karyawan. 

Lantai satu untuk rumah makan dan lantai dua mess karyawan. Ada enam karyawan yang tinggal di bangunan tersebut. 

Selain Adi dan Raja, penghuni lainnya pulang kampung karena libur Lebaran.

4 Bangunan Terbakar

Kebakaran area kompleks depan Gedung Joeang Manado itu menghanguskan empat bangunan. 

Pertama, Balai Wartawan Sulut. Bangunan lantai tiga Gedung ini hangus dilahap si jago merah. 

Lalu, bangunan RM Ria Rio dua lantai. Bangunan  yang terbuat dari kayu ini rata tanah. Tinggal puing-puing. 

Api juga menghanguskan rumah kos di belakang rumah makan dan rumah makan Mie Ceplok Arjuna  di sisi kiri Ria Rio. 

Puluhan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Mereka dibantu personel dari Polresta Manado dan Prajurit TNI. 

Setelah berjibaku sekitar sejam, api berhasil dipadamkan. Tak ada yang tersisa. Hanya puing-puing, arang dan abu yang basah. 

Asap tipis mengepul di antara puing-puing. Meski telah padam, petugas damkar tetap menyiram puing-puing untuk memastikan tak ada api lagi.

Sejumlah personel polisi terlihat berharga di lokasi. Sebagian menata lalulintas di depan TKP.

Penyebab Kebakaran Balai Wartawan dan RM Rio Rio

Kebakaran terjadi di Jalan Sudirman, tepatnya di seputaran zero point, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (13/05/2021) pagi. 

Api mengamuk saat umat Muslim tengah Salat Ied Idul Fitri 1442 Hijriah dan jemaat Nasrani sedang beribadah Kenaikan Yesus ke Surga. 

Api menghanguskan empat bangunan di kompleks yang berada di depan Gedung Joeang Manado itu. 

Bangunan yang terbakar yakni Gedung Balai Wartawan Sulut atau gedung PWI, Rumah Makan Ria Rio, rumah kos di belakang rumah makan dan satu rumah lagi tempat usaha Mie Ceplok Arjuna. 

Polisi tengah melakukan penyelidikan apa penyebab terjadinya kebakaran.

"Tim langsung melakukan olah TKP. Kita belum bisa memastikan," ujat Kabag Ops Polresta Manado, Kompol Thommy Aruan di lokasi kejadian. 

Begitu pula, untuk nilai kerugian materil akibat kebakaran tersebut. 

Polisi akan meminta keterangan kepada para saksi, yakni penghuni bangunan yang terbakar. 

Terkait itu, ia mengimbau masyarakat agar selalu hati-hati.

Khususnya mereka yang keluar rumah di hari libur saat ini. 

"Sebelum keluar pastikan alat-alat listrik sudah aman. Colokan dicabut. Begitu juga kompor. Sebaiknya regulator dicabut dari tabungnya," jelasnya.

Diketahui, Kebakaran hebat melanda Balai Wartawan Sulut dan bangunan di sekitarnya, Kamis (13/05/2021) pagi. 

Awalnya Dinas Kebakaran Manado mengerahkan 8 mobil damkar untuk memadamkan api yang menjalar cepat karena angin bertiup lumayan kencang saat kejadian. 

Petugas pemadam langsung berupaya memadamkan api di Balai Wartawan dan bangunan tempat usaha Mie Ceplok Arjuna.

Petugas damkar dibantu polisi dan prajurit TNI berupaya agar api tak menjalar ke gedung Bank Artha Graha, Hotel Sahid Kawanua dan sebuah ruko lainnya.  (Ndo)

Berita Terkait Kebakaran Balai Wartawan
 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved