Berita Talaud
BBM Langka di Pulau Miangas, Nelayan Tak Bisa Melaut
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di pulau Miangas saat ini sangat mempengaruhi aktivitas warga terutama para nelayan di pulau tersebut .
Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sangat mempengaruhi aktivitas warga terutama para nelayan di pulau tersebut .
Kelangkaan BBM tersebut sangat berdampak pada masyarakat Miangas, karena hampir 80 persen masyarakat Miangas yang berada di ujung Utara NKRI berprofesi sebagai nelayan .
Hendra salah seorang nelayan di Miangas kepada Tribun Manado Rabu (12/5/2021) mengatakan, untuk stok bensin premium saat ini kosong dan yang bisa melaut hanyalah nelayan yang menggunakan bahan bakar solar.
"Karna untuk stok solar saat ini masih tersedia, warga menuding ada permainan di balik kelangkaan BBM di Miangas," ujar Hendra.
Baca juga: Amankan Perayaan Lebaran di Kota Religius, Polres Tomohon Kerahkan 189 Personel
Berdasarkan data di lapangan para penjual BBM di Pulau Miangas saat ini menjual BBM jenis Premium dengan harga Rp 30.000 per liter.
"Tentu jauh dari harga jual di pangkalan, sudah tentu para nelayan tidak mampu untuk membeli BBM dengan harga mahal. Para warga di Miangas hanya bisa berharap Pertamina tidak lagi menjual BBM nersubsidi kepada para penimbun, karena hanya menguntungkan para tengkulak kata," Hendra .
Pada Tahun 2019 lalu melalui Badan Pengatur Hilir Mudik Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah membuka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Miangas untuk mendukung program BBM satu harga.
Pulau Miangas yang berada di Kabupaten Kepulauan Talaud, merupakan pulau terluar yang berbatasan dengan Mindanao, Filipina.
Jaraknya lebih dekat ke Davao (48 mil laut) daripada ke Melonguane (110 mil laut). (Iv)
Baca juga: Billy Syahputra Kembalikan Tiga Barang Mewah Kado dari Amanda Manopo, Diantar Langsung Sendiri
YOUTUBE TRIBUN MANADO: