Breaking News
Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB Papua

Kabaintelkam Polri Heran Teroris KKB di Papua Tak Bekerja Tapi Punya Banyak Senjata, Ada Keanehan

Irjen Paulus Waterpauw sampai heran dengan stok persenjataan tempur KKB di Papua. Tak bekerja tapi punya senjata mahal.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
Istimewa
Sumber dana KKB di Papua untuk beli senjata amunisi perang. Tidak bekerja tapi bisa beli Senjata mahal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua kini telah dilabeli organisasi atau kelompok teroris.

Sederet aksi serangan teror kontak senjata atau pun pengrusakan fasilitas sudah sering dilakukan.

Aparat TNI-Polri akhirnya dikerahkan ke Papua untuk menjaga keamanan warga sipil agar lebih aman

dan siap untuk menumpas KKB di Papua.

Sosok Lekagak Telenggen, Komandan TPNPB-OPM/Pimpinan KKB Papua yang dikenal brutal tembak mati Kopassus hingga Tukang Ojek.
Sosok Lekagak Telenggen, Komandan TPNPB-OPM/Pimpinan KKB Papua yang dikenal brutal tembak mati Kopassus hingga Tukang Ojek. (TPNPB)

Aksi-aksi teror menembak mati warga sipil KKB di Papua membuat tanda besar dengan kondisi mereka yang memiliki banyak amunisi persenjataan.

Bahkan, mantan Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw sampai heran dengan kondisi persenjataan tempur KKB di Papua, pimpinan Egianus Kogeya hingga Lekagak Telenggen.

Kepala Badan Intelijen Keamanan ( Kabaintelkam ) Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw mengaku heran dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang bisa membeli senjata dan kebutuhan lain padahal tidak bekerja.

"Memang aneh, tidak bekerja, tidak punya penghasilan tetap tapi bisa membeli senjata dan amunisi yang begitu mahal,

itu (dananya) dari mana?" ucap Paulusdi Jakarta, Senin (10/5/2021), seperti dilansir Antara.

Paulus menilai ada beberapa alasan dari mana sumber pendapatan KKBB sehingga bisa membeli senjata dan amunisi.

Pemerintah, kata dia, sedang berusaha mencari tahu siapa pihak yang ada di balik pendanaan untuk KKB.

Lebih lanjut, Paulus mengungkapkan satu di antara faktor yang menyebabkan aparat keamanan kesulitan menangani KKB di Papua.

Menurut Paulus, KKB sudah menguasai medan di wilayah mereka beraksi.

"Saya mau katakan di momen ini kita sabar mengikuti apa yang menjadi kebijakan," tuturnya.

"Karena sudah sangat sulit menangani mereka ini, mereka menguasai medan dan menguasai semuanya."

Ia juga menyebut pelabelan teroris terhadap KKB membuat pemerintah lebih mudah mengidentifikasi siapa pihak yang mendanai KKB.

Pada ranah tersebut ada ruang yang bisa dimasuki oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antireror Polri guna menanganinya.

Paulus terus mengingatkan masyarakat agar tak salah mengartikan label teroris untuk KKB.

Kabaintelkam Polri Irjen Pauluw Waterpauw (kiri) heran teroris KKB di Papua (kanan) bisa beli senjata mahal padahal tidak bekerja. Sumber dana penyuplai uang untuk beli senjata disorot.
Kabaintelkam Polri Irjen Pauluw Waterpauw (kiri) heran teroris KKB di Papua (kanan) bisa beli senjata mahal padahal tidak bekerja. Sumber dana penyuplai uang untuk beli senjata disorot. (Kolase KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRA dan Tribun Jambi)

Ia menegaskan bahwa label tersebut hanya diberlakukan untuk KKB saja,

bukan kepada masyarakat Papua secara keseluruhan. 

Sebutan Teroris KKB Papua Diganti

Istilah baru sebutan teroris KKB Papua.

Kata ' Papua ' dihilangkan dalam penyebutan teroris KKB yang berada di Papua tersebut.

Hal tersebut dijelaskan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menko Polhukam ) Mahfud MD.

Ia meminta agar sebutan KKB Papua tidak lagi dipakai untuk menjelaskan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB yang ada di tanah Papua itu

Mahfud MD menjelaskan hal tersebut dengan satu alasan mencangkup nama baik rakyat Papua.

Ia pun memberikan sebutan baru bagi teroris kelompok Separatis di Papua.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengumumkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua dimasukkan ke dalam katagori organisasi teroris.

Mahfud mengatakan, penetapan organisasi teroris terhadap KKB di Papua sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU.

"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua

yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris," ujar Mahfud dalam konferensi pers, dikutip dari kanal Youtube Kemenko Polhukam, Kamis (29/4/2021).

Dikutip dari Tempo.co, Mahfud mengatakan kata ' Papua ' itu bisa mencakup budaya, tanah, adat, dan diaspora Papua.

Sehingga dapat menyasar orang Papua di mana saja selain kelompok bersenjata yang telah dilabel sebagai teroris.

"Tolong ya, jangan sebut itu KKB Papua, tapi KKB orang, pimpinan siapa," kata Mahfud dalam wawancara di kantornya, Jumat, 7 Mei 2021, pemberitaan Tempo.co.

Mahfud MD juga mengatakan pemerintah kini akan spesifik menyebut nama pimpinan kelompok,

misalnya Egianus Kogoya, Militer Murib, dan lainnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah mengantongi 19 nama kelompok, tapi tidak merinci satu per satu

dan pemerintah memiliki bukti-bukti bahwa 19 kelompok itu menyebarkan ketakutan,

membunuh, dan menantang untuk memisahkan diri dari Indonesia.

(Tribun Papua)

Tautan:

https://papua.tribunnews.com/amp/2021/05/11/selidiki-siapa-pihak-yang-jadi-penyandang-dana-kkb-polri-mereka-tak-kerja-tapi-bisa-beli-senjata

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved