Breaking News:

Berita Sulut

Tenaga Kerja Asing Cina Transit di Sulut, Hendak Kerja di Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah

Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina akan transit di Sulawesi Utara. Mei 2021 ini, sudah 186 TKA Cina yang transit.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
ILUSTRASI. Suasana di Bandara Sam Ratulangi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina akan transit di Sulawesi Utara.

Mei 2021 ini, sudah 186 TKA Cina yang transit.

Juru Bicara Satgas Covid 19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, Sulut merupakan satu di antara 4 daerah menerima transit TKA asal Cina yang datang dengan Charter flight.

Mereka hanya singgah sejenak di Bandara Sam Ratulangi kemudian kembali bertolak ke Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah

"Bukan pertama kali kita tangani, tapi sudah dari Desember," ungkapnya.

Baca juga: Peringati Monuntul, Karang Taruna Desa Pinsel Gelar Berbagai Kegiatan Pentas Seni

TKA asal Cina ini memang sempat heboh di nasional, manakala ada larangan mudik justru para TKA ini diperbolehkan masuk.

Kedatangan Para TKA ini dalam rangka proyek strategis nasional. 

Dandel menyampaikan, terkait kedatangan para TKA ini masyarakat Sulut tak perlu khawatir, mereka tak diperbolehkan keluar area karantina Bandara Sam Ratulangi.

"Justru TKA Cina dari pengalaman kita tangani lebih safety dari kunjungan orang dari negara lain. Tak hanya diawasi pemerintah Indonesia tapi juga oleh pemerintah Cina," kata dia.

TKA Cina ini mendapat perlakuan protokol ketat baik pemerintah Indonesia, lebih lagi pemerintah Cina sendiri

"Pemerintah Cina itu sangat khawatir, protokol ketat," ujar dr Dandel.

Baca juga: Denny Cagur Sampaikan Salam Perpisahan untuk Mendiang Bang Sapri Pantun: Selamat Jalan Sahabat!

Setiba di Bandara, pra TKA hanya bisa menempati kamar transit sebelum kembali terbang ke daerah tujuan.

Jika kuat kamar, bisa didenda Rp 10 juta

Standar Protokol penanganan pun sangat tinggi harus melalui 3 kali PCR test baru bisa diizinkan berangkat ke lokasi kerja. Begitu pun ketika kembali ke Cina, persyaratan jauh lebih berat ditangani Kedubes Cina di Indonesia

Sebab itu tak pernah ditemukan warga Cina keliaran di Kota Manado, karena memang tak diperbolehkan keluar

Bahkan untuk mengawasi para TKA, Pemerintah Cina menyiapkan travel agen, jika melanggar ketentuan agen ini bisa didenda juga

Para TKA bisa beraktivitas normal setelah tiba di tempat kerja. (ryo)

Baca juga: Gubernur Olly Dondokambey Ajak Andrei Angouw-Richard Sualang Bersinergi Atasi Banjir

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved