Breaking News:

Penanganan Covid

Pelaku Usaha di Sitaro Diingatkan Soal Penerapan Protokol Kesehatan

Upaya memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 tak sebatas menjadi tanggungjawab pemerintah maupun Satuan Tugas (Satgas) Covid019

Octavian Hermanses
Salah satu pusat perbelanjaan di Siau yang diwajibkan pemerintah daerah untuk menerapkan protokol kesehatan 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Upaya memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak sebatas menjadi tanggungjawab pemerintah maupun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Dibutuhkan peran aktif semua pihak dalam mengoptimalkan upaya pencegahan penyebaran virus mematikan tersebut.

Salah satunya keterlibatan para pelaku usaha maupun para pedagang dalam hal penerapan protokol kesehatan (prokes) di tempat-tempat usaha yang ada.

"Semua pihak, termasuk para pelaku usaha, pedagang dan sebagainya diminta untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan di tempat-tempat usaha masing-masing," kata Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Evangelian Sasingen, Senin (10/05/2021).

Baca juga: Aparatur Sipil Negara Cantik di Minsel Senly Umbas, Dapat Pengakuan Sebagai ASN Terbaik

Hal mana cara-cara sederhana seperti penyediaan sarana atau tempat cuci tangan, pengaturan jarak hingga pembatasan jumlah pengunjung wajib diberlakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona di tempat-tempat usaha yang ada.

"Apalagi dalam kondisi meningkatnya jumlah kasus beberapa waktu belakangan ini di daerah kita. Semua harus disiplin menjalankan protokol kesehatan, termasuk para pedagang atau pelaku-pelaku usaha," tegas Sasingen.

Sekretaris Daerah yang juga merupakan Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sitaro Herry Bogar mengatakan, belum lama ini pihaknya telah melayangkan surat terkait penegasan penerapan prokes kepada seluruh pelaku usaha, pedagang hingga pimpinan BUMN dan BUMD di Kabupaten Sitaro.

Herry Bogar
Herry Bogar (Istimewa)

Dalam surat bernomor 02/Satgas-Covid19/Sitaro/I-2021 itu tertuang sembilan poin yang harus dilakukan oleh setiap pelaku usaha, pedagang maupun pihak BUMN/BUMD di Sitaro.

"Mulai dari pengaturan sirkulasi, akses keluar masuk dan pembatasan jumlah pengunjung hingga penggunaan masker, face shield dan sarung tangan bagi petugas dan pengelola tempat usaha," ujar Bogar.

Tak sampai di situ, sebelum memulai aktivitas di tempat usaha, setiap pengelola wajib melakukan penyemprotan disinfektan hingga screening suhu tubuh seluruh karyawan atau pengelola tempat usaha untuk memastikan suhu tubuh di bawah 37,3 derajat celcius.

Baca juga: Kecelakaan Maut, Seorang Kernet Tewas, Sopir Truk Fuso Tak Sengaja Melindas Korban yang Tertidur

"Berlakukan juga larangan bagi pengunjung yang bergejala seperti batuk, flu atau sesak nafas," lanjutnya.

Ditambahkan, hal-hal yang berkaitan dengan penegasan penerapan prokes wajib ditindaklanjuti oleh seluruh pelaku usaha.

Pasalnya, jika ditemukan ada pihak yang sengaja mengabaikan hal dimaksud akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pelanggaran protokol kesehatan sebgaiamana penegasan ini dapat dikenakan sanksi administrasi," kuncinya. (HER)

Baca juga: Pegawai KPK Tak Lulus TWK Tangkap Bupati Nganjuk, Diduga Kasus Jual Beli Jabatan

Baca juga: Bulan Mei PNS Terima THR, Bulan Juni Gaji 13, Disampaikan Menkeu Sri Mulyani, Ini Rinciannya

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Octavian Hermanses
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved