Terkini Nasional

Ini Tujuan Ratusan WNA Asal China Masuk Indonesia Awal Bulan Ini, Diungkap Pemerintah

Pemerintah mengungkap tujuan ratusan warga negara asing (WNA) asal China masuk ke Indonesia pada awal bulan ini. 

Istimewa
Foto Warga asal Fouchou, China tertahan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta selama 24 jam. Mereka mengikuti pemeriksaan dokumen penerbangan, Jumat (7/5/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah mengungkap tujuan ratusan Warga Negara Asing (WNA) asal China masuk ke Indonesia pada awal bulan ini. 

Jumlah WNA asal China yang masuk ke Indonesia berjumlah 157 orang. 

Dan apa yang nantinya akan dilakukan oleh mereka diungkap oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jhoni Ginting.

Jhoni Ginting mengungkap bahwa 157 Warga Negara Asing (WNA) asal China ke Indonesia pada Sabtu (8/5/2021). 

Dirjen Imigrasi: 157 WN <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/china' title='China'>China</a> ke Indonesia Bukan Kunjungan Wisata Tapi Keperluan Pekerjaan

Tujuannya untuk keperluan pekerjaan bukan wisata.

"Seluruh WNA telah memenuhi aturan keimigrasian dengan jenis visa dan kegiatan yang sesuai dengan Peraturan Menkumham Nomor 26 tahun 2020 yaitu untuk kegiatan bekerja, bukan untuk kunjungan wisata," ujar Jhoni, Minggu (9/5/2021).

Seluruh WNA tersebut kata Jhoni juga lulus pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri yang ditentukan oleh Satgas Penanganan Covid-19.

Jhoni mengatakan 157 WN China tersebut datang menggunakan maskapai China Southern Airlines CZ387 dari Guangzhoue pada pukul 05.00 WIB.

Pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Jhoni juga menyebut bahwa kedatangan WNA ke Indonesia hanya diizinkan untuk melakukan kepentingan esensial saja.

"Kedatangan para WNA ke Indonesia hanya diizinkan untuk tujuan seperti bekerja di proyek strategis nasonal, objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut," ungkap dia.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie mengatakan terkait datangnya WN China ke Indonesia jangan sampai nantinya masyarakat merasa dianaktirikan.

Sebab, pemerintah sudah melarang mudik, sementara WNA diperbolehkan masuk ke dalam negeri.

Dua dari 47 warga negara asing (WNA) asal Fouzhou, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/china' title='China'>China</a> yang mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (6/5/2021).

"Kami mendukung kebijakan ini, cuma harus seirama. Masyarakat dilarang mudik tetapi tempat wisata tetap dibuka, penerbangan dari luar negeri tetap masuk," katanya.

Syarif menambahkan, larangan mudik bukan untuk kepentingan pemerintah. Dia berharap masyarakat bersabar dan mematuhi larangan tersebut agar tidak terjadi klaster baru nantinya.

"Tetapi karena kondisi pandemi sekarang ini kita minta masyarakat bersabar. Demi kepentingan bersama. Jangan sampai terjadi perpindahan virus dari satu tempat ke tempat lain sehingga terjadi klaster baru," ujarnya.

Pembukaan rute penerbangan Jakarta-Wuhan (China) lanjut Syarif juga harus diawasi ketat.

Pengawasan ketat tersebut dilakukan agar kasus lolosnya WN India yang ternyata positif covid-19 tidak terulang.

"Ini betul-betul diawasi. Kalau terjadi, harus dilakukan tindakan hukum dan pemecatan karena ini sangat berbahaya," kata Syarif.

Syarif mengatakan pengawasan ketat yang harus dilakukan adalah soal isolasi dan syarat-syarat kesehatan yang harus ketat diberlakukan.

Mengingat saat ini kasus positif covid-19 sedang melonjak hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

"Artinya aturan-aturan itu harus dipatuhi. Dia (penumpang) harus ikut aturan misalnya harus isolasi atau syarat-syarat kesehatan diberlakukan," kata Syarif.

Tolak WNA

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar mengusulkan pemerintah membuat kebijakan yang menolak seluruh kedatangan Warga Negara Asing (WNA) selama masa pelarangan mudik.

"Karena masyarakat saat ini tengah berupaya mengikuti aturan larangan mudik dan membatasi mobilitas selama libur Lebaran," katanya.

Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar mengatakan Satgas Covid-19 harus segera memberikan penjelasan mengenai kenapa Warga Negara Asing diperbolehkan masuk ke tanah air.

Hal itu demi menghindari terjadinya persepsi publik bahwa kebijakan soal pencegahan penularan virus covid-19 tidak berlaku adil dan menyeluruh.

"Kondisi ini membingungkan masyarakat yang dibatasi mobilitasnya saat Lebaran," ucap Ketua Umum PKB itu.

Ia mendorong pula Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk memastikan bahwa seluruh WNA dan WNI yang datang dari luar negeri dapat mematuhi aturan protokol kesehatan perjalanan internasional selama pandemi.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani juga menyoroti masuknya warga negara China ke Indonesia di tengah kebijakan larangan mudik bagi masyarakat sebagai tindakan kurang peka yang dapat mengundang pertanyaan publik.

"Tentu saja, masyarakat akan bertanya-tanya, kenapa WN China dibiarkan masuk ke Indonesia, padahal masyarakat dilarang mudik dan dilakukan banyak penyekatan," kata Netty.

Ia menjelaskan agar isu ini tidak menjadi bola liar, pemerintah harus gamblang menjelaskan ke publik alasan dan tujuan mereka masuk Indonesia di tengah bahaya lonjakan kasus Covid-19.(Tribun Network/ham/kps/wly)

Kata Pengamat Soal Puluhan WNA China Masuk Indonesia di Tengah Larangan Mudik

Pengamat Kebijakan Publik, Jehansyah Siregar ikut menanggapi soal ramainya puluhan warga negara asing (WNA) asal China yang masuk ke Indonesia di tengah larangan mudik.

Jehansyah menuturkan, secara kebijakan, dua hal tersebut berada dalam area kebijakan yang berbeda.

Namun, waktu yang sama menunjukkan seolah pemerintah memang membebaskan WNA dari China itu masuk ke Indonesia.

"Dari sisi kebijakan, ini dua area kebijakan yang berbeda, mudik ini terkait dengan libur lebaran dan ini sangat berpotensi penyebaran Covid-19 di daerah."

"Sementara kedatangan warga negara China itu sebenarnya isunya ketenagakerjaan."

"Namun karena datangnya mereka ke Indonesia di saat mudik, jadi memberikan persepsi ke masyarakat bahwa pemerintah seolah-olah membebaskan," kata Jehansyah, dalam tayangan Youtube tvOne, Sabtu (8/5/2021).

Jehansyah menilai berbagai isu yang muncul akibat kedatangan WNA China tidak bisa dihindarkan.

Untuk itu, ia menyebut seharusnya dari pihak ketenagakerjaan bisa ditahan dulu agar tidak muncul isu negatif.

"Ini yang dari sisi kebijakan ketenagakerjaan itu ya bisa ditahan dulu sesudah lebaran, sehingga tidak muncul isu," ungkap Jehansyah.

Jehansyah juga menyarankan, seharusnya pemerintah lebih terbuka dan menunjukkan para WNA China yang datang ini sudah melalui semua prosedur dengan ketat.

Hal itu untuk menunjukkan rasa keadilan kepada masyarakat.

Sebab, di satu sisi, pemerintah juga sedang memperketat larangan mudik di semua daerah.

"Sesudah datang ke bandara seharusnya bisa ditunjukkan bahwa mereka melalui semua prosedur dengan sangat ketat."

"Karena pada saat yang sama, pemerintah sedang merazia di semua titik-titik penyekatan itu," jelas Jehansyah.

Padahal, jika para WNA China sudah melalui prosedur yang ketat, maka masyarakat tidak menilai kedatangan mereka seperti dibiarkan.

Untuk itu, Jehansyah menilai, persoalan dalam kasus ini adalah kurangnya penyampaikan ke masyarakat.

"Ini masalah umat, jadi dilihatnya pada saat yang sama seperti dibiarkan, padahal semua prosedur diikuti, cuma penyampaian ke masyarakat yang kurang," ujarnya. (*)

Berita Nasional Lainnya

Artikel ini telah tayang di:

Tribunnews.com dengan judul Dirjen Imigrasi: 157 WN China ke Indonesia Bukan Kunjungan Wisata Tapi Keperluan Pekerjaan,

https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/10/dirjen-imigrasi-157-wn-china-ke-indonesia-bukan-kunjungan-wisata-tapi-keperluan-pekerjaan?page=all

judul Puluhan WNA China Masuk di Tengah Larangan Mudik, Pengamat: Persepsi Seolah Pemerintah Membebaskan,

https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/08/puluhan-wna-china-masuk-di-tengah-larangan-mudik-pengamat-persepsi-seolah-pemerintah-membebaskan?page=all

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved