KKB Papua

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Tanggapi soal Pasukan Setan Tumpas KKB: Ini Membuat Saya Sedih

Aksi KKB yang masih terus melakukan kekerasan hingga pengrusakan jadi perhatian publik.

Editor: Glendi Manengal
Patriot NKRI
Pasukan Setan TNI AD dikirim untuk tumpas teroris KKB Papua. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi KKB yang masih terus melakukan kekerasan hingga pengrusakan tengah jadi perhatian publik.

Hal tersebut membuat pemerintah mengambil tindakan tegas dengan mengirin pasukan setan untuk memberantas KKB Papua.

Namun dilain hal, mantan Panglima TNI menanggapi soal pasukan setan yang di turunkan ke Papua.

Baca juga: Arti Mimpi Melihat Pesawat Jatuh, Seringkali Menandakan Hal Buruk, Ini Tafsiran Lengkapnya

Baca juga: Marc Marquez Akan Pensiun dari MotoGP, Jika Apa yang Diharapkannya Tidak Tercapai

Baca juga: Tiga Kabupaten Segitiga Hitam Jadi Tempat Sembunyi KKB Papua, Kelompok Paling Keji Ada di Situ

Foto : TNI Kirim Ratusan Prajurit Berjuluk Pasukan Setan Tumpas KKB Papua (Kolase TribunKaltim.co)

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat bicara mengenai aksi kekerasan yang kerap terjadi di Papua karena ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Gatot Nurmantyo juga mengomentari mengenai rencana TNI yang akan memberangkatkan prajurit dari Yonif 315/Garuda, atau yang disebut sebagai Pasukan Setan.

Menurutnya, mengatasi KKB Papua dengan mengerahkan Yonif 315/Garuda dinilai sebagai langkah yang tidak efektif.

Gatot Nurmantyo mengaku sedih jika mendengar Pasukan Setan dikatakan berangkat ke Papua untuk bertempur.

“Saya justru sedih bahwa dikatakan (pasukan setan) berangkat ke Papua untuk bertempur. Ini suatu gambaran yang menurut saya yang membuat saya sedih," kata Gatot dilansir dari kanal YouTube tvOneNews, Jumat (7/5/2021).

Gatot Nurmantyo mengatakan, dalam menghadapi KKB Papua sebaiknya dilakukan dengan operasi teritorial.

Ia menyebut pemerintah harus melakukan operasi untuk merebut hati dan pikiran rakyat di Papua.

“Apapun yang terjadi di sana, operasi militer selain perang di sana harusnya operasi pokoknya adalah operasi teritorial, didukung intelejen, operasi tempur dipersiapkan. Dalam arti kata operasi teritorial itu adalah operasi memperebutkan hati dan pikiran rakyat. Karena yang kita hadapi ini adalah rakyat kita sendiri,” kata Gatot.

Lebih lanjut Gatot mengatakan salah satu langkah terbaik mengatasi konflik di Papua adalah menelusuri latar belakang hadirnya kelompok-kelompok separatis.

Termasuk KKB Papua yang telah dinyatakan pemerintah sebagai teroris.

“Kemudian juga harus dilihat, jangan dibebankan semuanya kepada militer, kepada polisi. Tapi kita harus menyimak apa sebenarnya latar belakang terjadinya gerakan-gerakan yang dikatakan kriminal bersenjata, sekarang dikatakan terorisme dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara itu, aparat keamanan terus berupaya menghadirkan rasa aman di Papua dengan memastikan KKB tidak berulah lagi meneror masyarakat.

Akhir cerita KKB kian dekat, karena Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo turun tangan dan berangkat langsung ke Papua.

"Dapat pula kami laporkan bahwa sore hari ini saya beserta kapolri akan berangkat menuju ke Papua," kata Hadi dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Kamis siang.

Hadi mengatakan, ia memang kerap kali menerima laporan dari bawahannya terkait kondisi keamanan di Papua.

Namun, ia merasa perlu terbang ke Papua untuk berkoordinasi secara langsung dengan para aparat yang bertugas di lapangan.

"Tentu saja komunikasi dan diskusi secara langsung dengan para komandan di lapangan sangat kami perlukan," ujar Hadi.

Foto : Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Sedih, Sebut Pasukan Setan Tak Ampuh Berantas KKB Papua, Ini yang Harus Dilakukan. (Kolase TribunKaltim.co)

Pasukan Setan Diberangkatkan Berantas KKB Papua

TNI kembali akan mempertebal pengamanan di Papua, seiring dengan meningkatnya intesitas kontak senjata antara aparat keamanan Indonesia, dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Kini, TNI tengah mempersiapkan prajurit untuk segera dikirim ke Papua, menindak dan menumpas KKB Papua yang kian meresahkan.

Terdapat ratusan prajurit TNI dari Yonif 315/Garuda yang kini tengah dipersiapkan untuk segera berangkat ke Papua.

Adapun 400 pasukan yang akan dikirim tersebut merupakan kompi berjuluk Pasukan Setan.

Diketahui baru-baru ini, para prajurit Yonif 315/Garuda telah dilatih menembak runduk atau Sniper.

Latihan ini guna mempersiapkan Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) di Papua.

Melansir dari instagram resmi Kodam III Siliwangi, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto memeriksa kesiapan Satgas Yonif 315/Garuda pada Selasa (27/4/2021).

Mayjen TNI Nugroho didampingi sejumlah pejabat Kodam Siliwangi.

Di markas Gunung Batu, ia disambut oleh Danrem 061/Surya Kancana Brigjen TNI Achmad Fauzi dan Komandan Yonif 315/Garuda Letkol Inf Aryo Priyo Utomo Sudojo.

Dalam kunjungannya itu, Pangdam Siliwangi sempat mendengarkan pemaparan kesiapan personel dan material dari Danyonif 315/Garuda yang juga menjabat sebagai Dansatgas Pamrahwan.

Setelah mendengarkan pemaparan dari Danyonif 315/Garuda, Pangdam Siliwangi langsung melakukan pemeriksaan seluruh kesiapan personel dan perlengkapan tempur perorangan maupun perlengkapan Satgas yang akan dibawa ke daerah penugasan, Papua.

Pangdam III Siliwangi juga mengingatkan kepada seluruh Dankipur dan Danpos agar selalu memperhatikan anggotanya di daerah operasi.

Pangdam menyampaikan, seluruh pasukan yang ikut terlibat dalam operasi di daerah rawan harus menjaga soliditas dan nama baik satuan dan nama baik TNI.

Pangdam juga menegaskan, selama berada di daerah operasi seluruh pasukan harus saling menjaga satu sama lain, serta bertugas dengan penuh kewaspadaan.

"Seluruh prajurit Satgas Pamrahwan Yonif 315/Garuda agar Satgas Pamrahwan berangkat 400 dan kembali 400 prajurit lengkap bahkan berhasil sesuai harapan pimpinan," kata Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

“Selamat bertugas, kami percaya para prajurit akan mampu melaksanakan tugas dengan baik, tugasmu penuh tantangan dan rintangan, tapi kaulah prajurit pilihan untuk bisa menyelesaikan tugas dengan baik,” kata dia.

Untuk diketahui, pasukan Yonif 315/Garuda sebelumnya juga telah menjalani latihan Pratugas Operasi Satgas Pamrahwan.

Mereka digembleng selama satu bulan sejak tanggal 27 Maret 2021 lalu di Bandung.

Selama latihan pratugas operasi, seluruh prajurit tempur TNI Angkatan Darat itu dilatih untuk bertempur dan patroli di hutan.

Latihan pratugas itu diharapkan menjadi bekal bagi para prajurit TNI AD itu ketika berlaga di daerah operasi rawan seperti Papua yang tingkat ancamannya cukup tinggi.

Perlu diketahui juga, prestasi pasukan Yonif 315/Garuda sangat moncer.

Pasukan ini hampir selalu berpartisipasi dalam melibas aksi pemberontakan di Indonesia.

Mulai dari pembersihan sisa-sisa G30S/PKI, penumpasan GAM di Aceh, hingga operasi Seroja di Timor Timur. (*)

Berita lainnya terkait KKB Papua

Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Pasukan Setan Dinilai Tak Ampuh Atasi KKB Papua, Gatot Nurmantyo: Harusnya Rebut Hati Rakyat, https://palu.tribunnews.com/2021/05/07/pasukan-setan-dinilai-tak-ampuh-atasi-kkb-papua-gatot-nurmantyo-harusnya-rebut-hati-rakyat?page=all

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved