Breaking News:

Reklamasi Eks Tambang PT NMR

Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, Hasil Reklamasi Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya

Hijau dan menyejukkan. Tak terbayangkan Bukit Mesel yang memiliki seluas 221 hektar ini adalah kawasanan tambang emas

Penulis: Finneke Wolajan | Editor: Finneke Wolajan
Tribun Manado/Finneke Wolajan
Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya kini telah direklamasi dan telah dijadikan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Foto diambil Maret 2021 


Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya kini telah direklamasi dan telah dijadikan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Foto diambil Maret 2021

Reklamasi lahan eks tambang PT NMR ini mendapat kriteria sukses dengan nilai 93 dari Kementerian Kehutanan RI dan menjadi kawasan percontohan rehabilitasi pasca  tambang.

PT NMR berdiri pada tahun 1984 dan berhenti beroperasi di Ratatotok pada tahun 2004, setelah menggali emas sebanyak 1,9 juta troy ounce.

Proses reklamasi berlangsung tahun 1996 hingga 2010. Bukit Mesel dikembalikan menjadi hutan tanaman produksi terbatas, kembali seperti perbukitan pada umumnya. Pada Januari 2011, PT NMR resmi menyerahkan kembali areal pinjam pakainya kepada Pemerintah RI.

Proses reklamasi ini melalui proses yang panjang. Menteri Kehutanan mengeluarkan surat keputusan Nomor SK.175/Menhut –II/2014,  tertanggal Februari 2014, tentang Penetapan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk Hutan Penelitian, Pengembangan dan Pendidikan Lingkungan dalam Bentuk Kebun Raya pada Kawasan Hutan Produksi Terbatas di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara seluas sekitar 221 hektar.

Hak pengelolaan kawasan ini kemudian diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Dengan surat keputusan itu, area reklamasi hutan lahan bekas tambang PT NMR menjadi KHDTK.

Surat keputusan ini juga kemudian mendorong DPRD Kabupaten Mitra menetapkan KHDTK ini menjadi Kebun Raya Megawati Soekarnoputri.


Aspal yang membelah Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, hasil reklamasi lahan tambang PT Newmont Minahasa Raya. Foto diambil Maret 2021 (Tribun Manado/Finneke Wolajan)

Nama tersebut diberikan sebagai wujud apreasiasi masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara kepada Megawati Soekarnoputri (Presiden RI kelima) terhadap komitmen beliau dalam mendukung program pembangunan kebun raya di Indonesia.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut pembangunan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri merupakan langkah penyelamatan keanekaragaman hayati khususnya di Kabupaten Minahasa Tenggara, dikutip dalam Warta Kebun Raya Edisi Khusus November 2020.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved