Breaking News:

Reklamasi Eks Tambang PT NMR

Keanekaragaman Hayati di Hutan Reklamasi Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya

Sulawesi merupakan kawasan Wallacea yang memiliki jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang sangat berbeda dengan daerah lainnya

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Finneke Wolajan
Tribun Manado/Finneke Wolajan
Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya kini telah direklamasi dan telah dijadikan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Foto diambil Maret 2021 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Reklamasi lahan bekas tambang PT Newmont Minahasa Raya (PT NMR) yang kini menjadi kebun raya memberikan dampak yang besar untuk keanekaragaman hayati di lahan seluas 221 hektar yang berlokasi di Bukit Mesel, Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Keanekaragaman hayati di hutan reklamasi ini tergolong tinggi dengan 83 jenis tumbuhan bawah, 53 jenis tumbuhan tingkat tiang, dan 55 jenis tumbuhan tingkat pohon.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut ada 66 jenis tumbuhan hasil revegetasi di Kebun Megawati Soekarnoputri.

Jenis-jenis tumbuhan utama yang menutupi lahan-lahan yang telah direklamasi adalah jati (Tectona grandis L.f.), nantu (Palaquium obtusifolium Burck), kayu manis (Cinnamomum burmanni (Nees & T.Nees) Blume), sengon (Paraserianthes falcataria (L.) I.C.Nielsen), mahoni (Swietenia macrophylla King), jabon merah (Neolamarckia macrophylla (Roxb.) Bosser), linggua (Pterocarpus indicus Willd.), ketapang air (Terminalia catappa L.), serta berbagai jenis tumbuhan perdu dan rerumputan.


Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya kini telah direklamasi dan telah dijadikan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Foto diambil Maret 2021 (Tribun Manado/Finneke Wolajan)

Berdasarkan hasil survei lapangan, selain jenis-jenis pohon reklamasi seperti yang disebutkan di atas, ditemukan juga jenis-jenis pohon yang merupakan tumbuhan asli di kawasan KR Megawati Soekarnoputri, seperti kenanga (Cananga odorata (Lam.) Hook.f. & Thomson), kenari (Canarium asperum Benth. dan C. hirsutum Willd.), rao (Dracontomelon dao (Blanco) Merr. & Rolfe), kayu hitam (Diospyros korthalsiana Hiern), dan kayu telor (Alstonia scholaris (L.) R. Br.). Kegiatan reklamasi yang dilakukan sejak tahun 1996 telah berjalan sangat baik, terlihat dari tegakan-tegakan pohon yang sudah mulai membentuk kawasan hutan kembali.

Selain tumbuhan, di kebun raya ini juga memiliki 74 jenis burung yang menetap dan mengunjungi kawasan tersebut, seperti burung kacamata dahi hitam, kutilang, uncal ambon, cerek, kepondang kuduk hitam, cabai panggul hitam, kadalan Sulawesi, tiong lampu, dan srigunting jambul rambut.

Baca juga: Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, Hasil Reklamasi Lahan Eks Tambang PT Newmont Minahasa Raya

Sejumlah satwa penting berstatus terancam kepunahan bisa juga ditemukan di kawasan kebun raya ini.

Sebut saja tarsius dan kera hitam. Beberapa jenis serangga pun ada di kebun raya ini.

LIPI menyebut sebagian besar kawasan Kebun Raya Megawati Soekarnoputri merupakan hasil reklamasi, namun demikian ada beberapa kawasan yang termasuk hutan sekunder.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved