Breaking News:

Berita Nasional

UMKM Bisa Ambil KUR Tanpa Jaminan hingga Rp 100 Juta, DPR: Harus Didampingi

Pertama, kata Anis, perlu ditegaskan bahwa sektor UMKM memang mempunyai peran yang cukup signifikan dalam perekonomian.

Editor: Rizali Posumah
kompas.com
Ilustrasi UMKM. 

Keempat, Anis meminta harus ada kuota atau porsi yang jelas, serta jaminan kemudahan akses pembiayaan khususnya untuk KUR mikro dan ultra mikro. 

Termasuk harus ada kuota khusus untuk pelaku usaha baru, baik mikro atau ultra mikro yang belum pernah menerima atau mendapatkan fasilitas KUR  sebelumnya.

"Ini juga harus menjadi perhatian khusus, terutama bagi pelaku usaha lama atau baru yang belum tersentuh pembiayaan perbankan," ujarnya. 

Program pendampingan

Kelima, harus ada program pendampingan baik formal maupun informal untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas penerima KUR. 

"Jangan sampai KUR ini justru banyak digunakan semata-mata untuk konsumtif dengan mengabaikan konsep produktivitas," kata Anis. 

Keenam, Anis melihat saat ini masih ada ketakutan di masyarakat karena pandemi belum bisa dikendalikan dengan baik oleh pemerintah, dan masih banyak pembatasan sosial masyarakat. 

Hal ini memunculkan, ketidakpercayaan diri pelaku usaha untuk mengambil kredit, sehingga diperlukan dorongan supaya masyarakat lebih percaya diri bahwa pandemi ini akan segera berlalu. 

Ketujuh, harus ada berkomitmen yang jelas antara pemerintah dan perbankan agar bisa merealisasikan seluruh kuota yang telah diberikan. 

"Untuk itu diperlukan langkah, mekanisme, strategi dan antisipasi yang tepat untuk bisa menyalurkan KUR secara cepat dan tepat sasaran," ucapnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved